Kepahiangnews.com-Kepahiang – Kasus penemuan mayat remaja YA (17) di tepi aliran sungai Desa Permu Bawah pada pagi Jum’at (20/2) semakin mengemuka. Diduga korban nekad terjun setelah terlibat perselisihan antar remaja, dan kini Sat Reskrim Polres Kepahiang tengah mendalami setiap detailnya – termasuk dengan menyita alat bukti serta melakukan tes urine pada saksi.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, SH S.Ik MH melalui Kasat Reskrim Iptu Bintang Yudha Gama, S.Trk, S.Ik menjelaskan bahwa lokasi pasti terjadinya perselisihan belum dapat dipastikan, namun penyelidikan sudah berjalan intensif.
“Hingga hari ini (20/2), telah ada sebanyak 15 orang saksi yang memberikan keterangan. Mereka terdiri dari teman-teman korban yang diduga terlibat perselisihan, hingga saksi sekitar yang mengetahui adanya bentrokan antar remaja tersebut,” ujar Kasat Reskrim.
Tak hanya mengumpulkan keterangan, pihak kepolisian juga telah mengamankan alat bukti berupa senjata tajam. Selain itu, untuk mengembangkan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh sekelompok remaja tersebut, seluruh saksi juga menjalani tes urine.
Diketahui bahwa sebagian besar saksi yang diperiksa adalah pelajar yang masih bersekolah di tingkat SMP maupun SMA.
“Kita sedang mendalami peran masing-masing saksi dalam kejadian ini. Mulai dari pemeriksaan alat bukti hingga tes urine, semua dilakukan untuk memperoleh gambaran jelas terkait peristiwa yang terjadi,” jelasnya.






