Pasca Temukan Personelnya Tak Sadarkan Diri Di Mes, Polres Kepahiang Diliputi Duka Mendalam

Reporter: candra | Editor: candra

Polres Kepahiang Berduka

Pasca Temukan Personelnya Tak Sadarkan Diri Di Mes, Polres Kepahiang Diliputi Duka Mendalam

Kepahiangnews.com-Kepahiang – Suasana duka meliputi lingkungan Polres Kepahiang setelah salah satu personelnya, Briptu Agung Tri Saputra, S.H., ditemukan tidak sadarkan diri di dalam mes pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 20.29 WIB.

Dari pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), tim penyelidik menduga korban telah mengonsumsi zat beracun. Petugas yang pertama kali menemukan juga mengamankan bukti berupa satu botol racun dengan merek Gramaxone di lokasi kejadian.

Korban segera dievakuasi ke RSUD Kepahiang untuk penanganan awal, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu guna mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun, saat tiba di rumah sakit kedua tersebut, korban dalam kondisi kejang-kejang dan setelah kurang lebih 20 menit mendapatkan penanganan intensif, dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Dari informasi yang diperoleh dari rekan kerja dan keluarga, almarhum memiliki riwayat sakit kepala kronis atau cephalgia berat yang telah lama diderita dan masih dalam pengobatan. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya buku catatan berwarna abu-abu yang berisi catatan mengenai kondisi kesehatannya.

Selain itu, pihak juga menemukan surat keterangan pasien dari Rumah Sakit Bhayangkara tertanggal 7 Februari 2026 dengan diagnosis yang sama, beserta jadwal kontrol lanjutan yang dijadwalkan pada 21 Februari 2026 mendatang.

Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian anggotanya.

“Kami keluarga besar Polres Kepahiang menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Briptu Agung Tri Saputra. Semoga almarhum diberikan husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh sesuai prosedur yang berlaku. “Kami akan melakukan pendalaman kasus ini dengan transparan dan profesional untuk memastikan penyebab pasti kejadian dapat diketahui dengan jelas,” tambahnya.

READ  Jelang Ramadhan 1447 H, Lima Pemuka Agama Gelar Doa Bersama untuk Kepahiang

Saat ini, jenazah almarhum telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Polres Kepahiang juga memberikan dukungan serta pendampingan penuh kepada keluarga sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi terhadap anggotanya dan keluarga yang ditinggalkan.