KepahiangNews.com-Kepahiang – Bukan hanya datang membawa program kerja, sebanyak 11 mahasiswa UPP Rejang Lebong yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Air Hitam, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, justru memilih untuk benar-benar menyatu dengan kehidupan masyarakat.
Selama menjalani KKN selama 45 hari, berbagai kegiatan telah dilakukan para mahasiswa. Mereka tidak hanya berkutat dengan kegiatan yang bersifat administratif, tetapi juga ikut turun langsung membantu aktivitas warga.
Menariknya, para mahasiswa KKN ini tak canggung untuk ikut merasakan aktivitas masyarakat sehari-hari. Mulai dari membantu memanen hasil pertanian warga, membuat dan memasang plang merek, hingga ikut berbaur dalam berbagai kegiatan masyarakat dan membantu pekerjaan perangkat desa.
Kehadiran mereka pun perlahan membuat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat semakin dekat.
Bagi warga Desa Air Hitam, mahasiswa KKN kali ini dinilai berbeda. Mereka tidak sekadar menjalankan program yang telah disiapkan, tetapi juga mau turun tangan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Kepala Desa Air Hitam, Rasdan Efendi, mengatakan masyarakat menyambut positif keberadaan para mahasiswa tersebut. Menurutnya, sikap mahasiswa yang mau berbaur dan membantu aktivitas warga membuat kehadiran mereka benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Masyarakat sangat senang dengan anak-anak KKN kali ini. Mereka mau berbaur, membantu masyarakat, bahkan ikut membantu berbagai kegiatan perangkat desa. Jadi kehadirannya memang terasa,” ujar Rasdan.
Menurut Rasdan, kedekatan mahasiswa dengan masyarakat menjadi salah satu hal positif selama pelaksanaan KKN. Interaksi tersebut juga membuat mahasiswa bisa mengetahui secara langsung kehidupan, kebutuhan serta potensi yang dimiliki masyarakat Desa Air Hitam.
“Kami berharap selama 45 hari ini mereka bisa mendapatkan pengalaman dari masyarakat, dan sebaliknya masyarakat juga mendapatkan manfaat dari ilmu serta kegiatan yang mereka lakukan,” tambahnya.
Tidak sedikit warga yang kemudian merasa terbantu dengan kehadiran para mahasiswa tersebut. Saat petani membutuhkan tenaga tambahan ketika panen, mahasiswa ikut turun ke kebun. Ketika desa membutuhkan dukungan dalam kegiatan tertentu, mereka juga ikut ambil bagian.
Hal-hal sederhana itulah yang kemudian membuat kehadiran mahasiswa KKN menjadi lebih bermakna.
Bagi masyarakat Desa Air Hitam, 45 hari mungkin waktu yang singkat. Namun, jika diisi dengan kebersamaan dan kegiatan yang bermanfaat, waktu tersebut bisa meninggalkan kesan yang cukup panjang.
Sementara bagi para mahasiswa, berada di tengah masyarakat bukan hanya soal menyelesaikan kewajiban akademik.
Mereka belajar bahwa kehidupan desa memiliki banyak cerita, bahwa membantu tidak selalu harus dengan sesuatu yang besar, dan bahwa selembar plang, tenaga saat memanen, maupun sekadar ikut bergotong royong bisa menjadi bentuk pengabdian yang dirasakan langsung oleh masyarakat.






