Kepahiangnews.com-Kepahiang – Dunia pendidikan di Kabupaten Kepahiang dibuat geger pada Kamis pagi (4/6/2026). Belasan siswa dan siswi SD Negeri 18 Kepahiang dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh salah satu dapur MBG Kepahiang.
Peristiwa yang terjadi sesaat setelah jam makan tersebut sontak membuat panik pihak sekolah dan para orang tua. Sejumlah siswa mengeluhkan mual, pusing, sakit perut hingga muntah-muntah setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Akibat kondisi tersebut, belasan siswa terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diturunkan, para siswa masih menjalani perawatan dan observasi dengan pendampingan orang tua serta pihak sekolah.
Tidak hanya siswa, seorang penjaga sekolah yang turut mengonsumsi menu MBG yang sama juga dilaporkan mengalami gejala serupa dan harus mendapatkan penanganan medis.
Kejadian ini langsung mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap para korban serta mengambil sampel makanan guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kepahiang turut turun ke lapangan untuk memastikan kondisi para siswa dan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait langkah-langkah penanganan lanjutan.
Aparat TNI dan Polri juga terlihat ikut mengawal proses penanganan serta membantu menjaga situasi agar tetap kondusif di lokasi kejadian maupun di fasilitas kesehatan tempat para korban dirawat.
Sejumlah orang tua siswa yang mendampingi anaknya mengaku khawatir dan berharap pemerintah segera mengungkap penyebab kejadian tersebut agar tidak terulang kembali di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah. Oleh sebab itu, investigasi menyeluruh terhadap kualitas bahan makanan, proses pengolahan hingga distribusi makanan dinilai sangat penting dilakukan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang dikonsumsi para korban.
“Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan medis yang optimal. Sementara penyebab kejadian masih dalam proses pendalaman oleh tim terkait,” ujar Wisnu Irawan Kabid P2P Dinas Kesehatan Kepahiang.
Kepahiangnews.com akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru setelah hasil pemeriksaan resmi dari instansi terkait diterbitkan.






