EMOSIONAL! Wabup Hendri Praja Meneteskan Air Mata Saat Terima SK Plt Bupati Rejang Lebong

Reporter: candra | Editor: candra

Wabup Meneteskan Air Mata Saat Trima SK Plt Bupati

EMOSIONAL! Wabup Hendri Praja Meneteskan Air Mata Saat Terima SK Plt Bupati Rejang Lebong

Kepahiangnews.com-Rejang Lebong – Momen penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri untuk penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong terasa begitu mendalam dan penuh emosi. Wakil Bupati Hendri Hendri Praja, S.STp, M.Si, tak bisa menyembunyikan perasaan harunya hingga menitikkan air mata saat menerima mandat kepemimpinan sementara itu.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, yang mewakili Pemprov Bengkulu dalam acara resmi di Ruang Kerja Bupati Rejang Lebong, Sabtu (14/3/2026).

Saat memberikan sambutan, Hendri beberapa kali harus menghentikan katanya karena berusaha menahan emosi. Suasana ruangan pun menjadi hening total ketika suaranya terdengar bergetar di hadapan rombongan pejabat, ASN, dan tamu undangan yang hadir.

Tidak hanya dirinya, beberapa undangan juga ikut merasakan suasana haru tersebut. Banyak yang terlihat menunduk dan mengusap mata saat menyaksikan momen bersejarah ini.

Penunjukan ini menjadi penting untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan setelah Bupati Muhammad Fikri Thobari tersandung kasus hukum. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkannya sebagai tersangka dalam dugaan suap terkait praktik ijon proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong, yang diduga melibatkan pengaturan fee dari sejumlah paket pekerjaan pemerintah daerah.

“Situasi yang tengah kita hadapi tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Semua ASN harus tetap profesional dan menjaga stabilitas pemerintahan – pelayanan kepada rakyat adalah prioritas utama,” tegas Hendri.

Dia juga menekankan pentingnya soliditas internal agar program pembangunan tetap berjalan lancar meskipun tengah menghadapi dinamika.

“Penunjukan Plt Bupati ini adalah langkah administratif dari pusat untuk memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan, sekaligus menjaga stabilitas birokrasi hingga proses hukum yang menjerat Bupati definitif selesai,” pungkasnya.

READ  Gus Ipul: Kepala Daerah Jadi Penentu Penerima Pendidikan Gratis di Sekolah Rakyat