Fiskal Kepahiang Terbatas, TNI Turun Tangan: Jalan hingga Bedah Rumah Warga Jadi Sasaran

Reporter: Chandra | Editor: Chandra

TNI Turun Tangan, Karya Bakti Sekala Besar Tahun 2026 Nyasar Kepahiang

Fiskal Kepahiang Terbatas, TNI Turun Tangan: Jalan hingga Bedah Rumah Warga Jadi Sasaran

KepahiangNews.com-Kepahiang – Ketika kemampuan anggaran daerah terbatas, kebutuhan masyarakat tidak ikut berhenti. Jalan yang belum terbuka, rumah warga yang membutuhkan perbaikan, hingga fasilitas umum yang mulai membutuhkan perhatian tetap menunggu solusi.

Kondisi inilah yang kini mendorong Pemerintah Kabupaten Kepahiang membuka ruang kolaborasi dengan TNI melalui rencana Karya Bakti Berskala Besar 2026.

Program yang diinisiasi Kementerian Desa bersama Kopassus tersebut mulai ditindaklanjuti Pemkab Kepahiang setelah rapat Zoom Meeting bersama Danrem Gamas Bengkulu, seluruh Bupati/Wali Kota se-Provinsi Bengkulu dan jajaran Dandim, Jumat (11/9/2026).

FB IMG 1789231878568

Tak ingin hanya berhenti di meja rapat, Pemkab Kepahiang langsung menggelar pertemuan lanjutan pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB di Rumah Dinas Wakil Bupati Kepahiang.

Rapat tersebut dihadiri OPD teknis terkait serta Perwira Penghubung Kodim 0409/Rejang Lebong Mayor Infanteri Retno Suwarno, untuk mulai mempersiapkan sejumlah lokus atau titik yang berpotensi diusulkan dalam program Karya Bakti.

Yang menarik, cakupan program ini tidak hanya berbicara soal pembangunan infrastruktur jalan.

Dari pembahasan awal, sejumlah kebutuhan masyarakat mulai dipetakan, mulai dari bidang pekerjaan umum, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas umum hingga rumah warga.

Bahkan, bedah rumah dan perbaikan rumah ibadah juga masuk dalam sasaran kegiatan.

Wakil Bupati Kepahiang Ir. H. Abdul Hafizh, M.Si mengatakan, kondisi fiskal daerah membuat pemerintah harus semakin kreatif mencari solusi agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Dengan keterbatasan fiskal yang kita hadapi, tentu kita harus mencari solusi dan membangun sinergi. Mudah-mudahan melalui Karya Bakti ini ada kebutuhan masyarakat yang bisa kita jawab dan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung,” ujar Abdul Hafizh.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar pembangunan tidak hanya bergantung pada kemampuan APBD.
Terlebih, masih terdapat berbagai kebutuhan masyarakat yang membutuhkan penanganan di lapangan.

READ  Dinilai Lamban! Pemkab Kepahiang Sorot Kinerja BPN, Penataan Lahan Eks TUMS 116 H Belum Jalan

Sementara itu, Pabung Kodim 0409/Rejang Lebong Mayor Infanteri Retno Suwarno menjelaskan, Karya Bakti Berskala Besar 2026 diproyeksikan menyentuh berbagai kebutuhan dasar masyarakat.

“Kegiatannya bisa berupa pembukaan jalan, bedah rumah, memperbaiki fasilitas umum, termasuk rumah ibadah tanpa terkecuali dan fasilitas kesehatan. Kita melihat kebutuhan yang ada di lapangan,” kata Retno.

Artinya, jika usulan yang disiapkan Pemkab Kepahiang nantinya mendapat persetujuan, program tersebut berpotensi menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat desa.

Jalan yang selama ini menjadi akses penting warga bisa menjadi salah satu perhatian. Begitu pula rumah warga yang membutuhkan perbaikan, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan hingga rumah ibadah.

Saat ini, OPD teknis bersama jajaran TNI masih menyiapkan dan memetakan titik-titik yang akan diusulkan.

Langkah tersebut menjadi penting agar program Karya Bakti tidak sekadar menghadirkan pembangunan, tetapi benar-benar diarahkan kepada wilayah yang memiliki kebutuhan paling mendesak.

Di tengah ruang fiskal yang terbatas, kolaborasi seperti ini menjadi salah satu alternatif untuk menjaga roda pembangunan tetap bergerak.

Bagi masyarakat, harapannya sederhana: akses semakin mudah, rumah semakin layak, fasilitas umum semakin baik, dan kebutuhan dasar tidak lagi terlalu lama menunggu.

Karya bakti berskala besar 2026 kini mulai dipersiapkan. Tinggal menunggu titik mana di Kepahiang yang nantinya dipilih untuk menjadi sasaran.