KEPAHIANGNEWS.COM – KEPAHIANG – Masa anggaran 2026 sudah memasuki semester 2, namun geliat pembangunan di Kabupaten Kepahiang belum juga nampak. Di tengah keterbatasan fiskal yang terus digaungkan, sejumlah proyek fisik prioritas yang menelan miliaran rupiah dari APBD justru baru bergerak.
Padahal, tahun ini Pemkab Kepahiang tetap mengakomodir pekerjaan fisik yang diklaim prioritas. Sebut saja revitalisasi Taman Kota Kepahiang senilai Rp 4,7 Miliar, rehabilitasi gedung Kantor Bupati dan DPRD Kepahiang Rp 2,7 Miliar, serta revitalisasi Masjid Agung Baitul Hikmah Rp 750 Juta.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kepahiang, Exe Isvan Vandes, S.Tp saat dikonfirmasi, Kamis 13 Agustus 2026 membenarkan 2 paket proyek prioritas itu sudah selesai proses lelang.
Ia mengakui, paket revitalisasi Taman Kota sebelumnya sempat gagal tender karena persoalan kelengkapan administrasi dari OPD terkait.
“Tender kegiatan revitalisasi Taman Kota Kepahiang sudah selesai, hari ini sudah dilakukan tanda tangan kontrak terhadap pemenang lelang,” singkat Exe.
Senada, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kepahiang, Bambang Utoyo, S.Sos memastikan pekerjaan akan segera tancap gas. Bahkan titik nol revitalisasi Taman Kota dijadwalkan akan ditinjau langsung oleh Bupati Kepahiang.
“Sabtu, diagendakan titik nol revitalisasi Taman Kota Kepahiang yang akan ditinjau langsung pak Bupati. Sementara pekerjaan rehabilitasi kantor Bupati dan DPRD Kepahiang sudah dilaksanakan sejak 28 Juli,” ujar Bambang.
Menariknya, berdasarkan pantauan di laman LPSE Inaproc SPSE Kepahiang yang dapat diakses publik, informasi paket proyek tersebut terkesan tertutup. Situs pengadaan yang seharusnya menjadi etalase transparansi itu tidak mencantumkan nama pemenang berkontrak, durasi pekerjaan, hingga rincian detail pekerjaan.
Kondisi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik. Di saat masyarakat menunggu wujud nyata pembangunan, keterbukaan informasi justru minim. Apakah proyek miliaran ini akan berkejar dengan waktu sisa 4 bulan anggaran?






