Kesulitan BBM, Masyarakat Dan Supir Harapkan Peran Pemerintah

“kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) membuat masyarakat dan para supir merugi”

KEPAHIANGNEWS.COM – Kelangkan Bahan Bakar Minyak (BBM) hampir setiap wilayah kabupaten-kota se-provinsi Bengkulu. Membuat masyarakat khususnya pemilik angkutan mengalami kerugian hingga 50 persen lebih dari pendapatan biasanya.
Seperti di kabupaten Kepahiang, berbagai keluhan sopir truk yang menjalani antrian bahan bakar hingga berhari-hari membuat pendapatan menurun sangat drastis.
“Saya mengantri sejak malam kemarin, ini belum tahu kapan akan dapat di isi bahan bakarnya. Sementara seperti saya, kerugian yang dialami akibat kesulitan BBM ini lebih dari 50 persen dari pendapatan biasanya, dikarenakan harus mengantri BBM. Jika tidak ada BBM kami tidak bisa beraktivitas”, Ungkap Ardi salah satu sopir angkutan kepada kepahiangnews.com, Rabu (10/8).
Sulitnya mendapatkan BBM tersebut, Masyarakat juga meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah agar tidak terjadi penurunan ekonomi secara berkepanjangan. Hal tersebut diungkapkan Endang Subandi, pengangkut material bangunan dari  Batu Raja Palembang menuju Provinsi Bengkulu.
“Mestinya pemerintah, baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Dengan kondisi seperti ini hampir di setiap wilayah, pemerintah harus mengambil tindakan dan solusi yang tepat bagi masyarakat.” Ujar Endang.(aa)

READ  Bupati Kepahiang Tinjau Kesiapan Jalan Ring Road, Siap Beroperasi September 2025