Dokter Hewan Kosong, Peternak Kepahiang Keluhakan Susahnya Dapatkan SKKH

KEPAHIANGNEWS.COM – Dengan maraknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi di provinsi bengkulu terkhusus Kabupaten Kepahiang, membuat para peternak hewan yang hewannya diperjual belikan. Bingung dan mengeluhkan tidak tahu bagai mana teknis untuk mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) bagi hewan yang akan diperjual belikan. 

Akibat adanyan anjuran tersebut, para peternak kesulitan mendapatkan keterangan sehat yang harus ada jika hewan yang hendak dijual. Karna tidak sedikit konsumen yang hendak membeli hewan mempertanyakan surat SKKH tersebut. Bahkan patalnya lagi tidak sedikit konsumen yang melakukan pembatalan pembelian hewan akibat tidak adanya SKKH yang dimiliki hewan ternak. 

Salah satu peternak sapi yang ada di Kelurahan Pensiunan Kecamatan Kepahiang Untung Mardoni mengatakan, mewakili para peternak sekaligus penjual hewan ternak, merasa kesusahan untuk mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dianjurkan pemerintah tersebut. Ia iuga telah berkoordinasi dinas terkait tapi sampai saat ini belum mendapatkan solusi.

“Dengan adanya pemberlakuan terhadap hewan ternak sperti sapi, kerbau dan kambing yang harus memiliki SKKH. Sampai sekarang saya belum tahu harus mendapatkan keterangan tersebut dimana. Saya berharap kepada pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan kami ini”, ungkap Untung.

Disisilain, dengan adanya keluhan dan permasalahan tersebut Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid menjelaskan, Kabupaten Kepahiang saat ini tidak memiliki dokter hewan, karena hal tersebut untuk SKKH yang diharapakan peternak tersebut susah untuk didapat.

“Untuk saat ini kita di Kabupaten Kepahiang belum memiliki dokter hewan, yang dapat mengeluarkan SKKH yang diharapkan para peternak”, jelas Bupati.

Bupati juga mengatakan, untuk permasalahan kekosongan dokter hewan yang ada di kabupaten kepahiang, ia akan berusaha untuk mencari solusi untuk kekosongan tersebut. Tambahnya juga, untuk dosis Vaksin yang kita terima masih kurang, dan PMK di Kabupaten Kepahiang masih tergolong rendah, akan tetapi ia menghimbau peternak untuk tetap waspada terhadap PMK yang terjadi”, tambah Bupati.(aa)

READ  Pembentukan Fraksi dan AKD Telah Diagendakan DPRD Kepahiang