Tak Ingin Ada Warga Terabaikan, Dinsos Kepahiang Turun Langsung Data Masyarakat Tanpa Adminduk

Reporter: Chandra | Editor: Chandra

Dinsos Kepahiang Sisir Pasar, Data Masyarakat hingga Tukang Becak

Tak Ingin Ada Warga Terabaikan, Dinsos Kepahiang Turun Langsung Data Masyarakat Tanpa Adminduk

 

KepahiangNews.com-Kepahiang – Tidak semua warga memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. Sebagian bahkan hidup tanpa identitas resmi, sehingga kesulitan mengakses berbagai layanan pemerintah, mulai dari bantuan sosial hingga pelayanan kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Sosial  Kabupaten Kepahiang turun langsung ke lapangan melakukan pendataan dan asesmen terhadap masyarakat rentan di kawasan Pasar Tradisional Kepahiang.

Kegiatan ini menyasar warga tuna wisma yang belum memiliki administrasi kependudukan, tukang ojek, pengemudi becak, pedagang kaki lima (K5), hingga pengamen yang selama ini beraktivitas di sekitar pasar.

Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang tercecer dari perhatian pemerintah hanya karena terkendala identitas diri.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang, Helmi Johan, mengatakan bahwa pendataan tersebut menjadi langkah awal untuk mengetahui asal-usul, kondisi sosial, serta kebutuhan masyarakat yang belum terdata secara administrasi.

“Masih ada masyarakat yang hidup dan beraktivitas tanpa memiliki identitas resmi. Jika kondisi ini dibiarkan, mereka akan kesulitan mendapatkan pelayanan dasar maupun program bantuan pemerintah. Karena itu, kami hadir langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan dan asesmen,” ujar Helmi Johan.

Ia menjelaskan, setelah proses pendataan selesai, Dinsos akan berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kabupaten Kepahiang guna menindaklanjuti penerbitan dokumen kependudukan bagi warga yang memenuhi syarat.

“Ini merupakan bentuk sinergi antar-OPD agar masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan dapat segera terdata secara resmi. Dengan identitas yang jelas, akses terhadap layanan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga bantuan pemerintah akan lebih mudah diperoleh,” tambahnya.

Helmi menegaskan, kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas memberikan bantuan, tetapi juga memastikan setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pengakuan identitas dan pelayanan publik.

READ  Tragedi di Bermani Ilir, Bayi Laki-laki Ditemukan Meninggal Dalam Kantong Plastik, Pasangan Kekasih Termasuk Remaja Di Bawah Umur Ditangkap

Program jemput bola ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat, karena dinilai menjadi solusi nyata bagi warga rentan yang selama ini luput dari pendataan administrasi.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepahiang menunjukkan bahwa pelayanan sosial tidak cukup hanya menunggu di kantor, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat, menyentuh mereka yang paling membutuhkan.