Stiker Keluarga Miskin Ditutupi Stiker Usaha, Dinsos Kepahiang Anggap Penerima Mundur Dari Bansos

Reporter: candra | Editor: candra

Dinsos Temukan Penerima Bansos Tutupi Setiker Miskin

Stiker Keluarga Miskin Ditutupi Stiker Usaha, Dinsos Kepahiang Anggap Penerima Mundur Dari Bansos

Kepahiangnews.com-Kepahiang – Upaya Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Sosial untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran kembali menemukan fakta mengejutkan di lapangan. Saat melakukan pemasangan stiker “Keluarga Miskin” kepada penerima bantuan sosial di Desa Kuto Rejo, Kecamatan Kepahiang, Jumat (19/6/2026), petugas menemukan adanya penerima bansos yang diduga sudah tidak lagi memenuhi kriteria sebagai keluarga miskin.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama pemerintah desa tersebut menyasar sebanyak 205 Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan sosial. Pemasangan stiker dilakukan sebagai bentuk pendataan sekaligus verifikasi kondisi penerima manfaat agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
Namun di tengah pelaksanaan kegiatan, petugas menemukan salah satu rumah penerima bantuan yang stiker keluarga miskinnya justru ditutupi dengan stiker usaha milik yang bersangkutan.

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui penerima bansos tersebut saat ini telah mengalami peningkatan ekonomi yang cukup signifikan. Selain memiliki usaha yang berkembang, warga tersebut juga diketahui memiliki rumah permanen yang layak huni serta kendaraan pribadi.

Kondisi tersebut dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kriteria penerima bantuan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin.

Petugas Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang, Abdul Fajri, mengatakan bantuan sosial dari pemerintah sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, penerima yang kondisi ekonominya sudah membaik seharusnya memiliki kesadaran untuk mengundurkan diri secara mandiri.

“Bantuan sosial diberikan untuk keluarga miskin atau kurang mampu. Sementara masih banyak masyarakat di Kabupaten Kepahiang yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut. Jika ada penerima yang ekonominya sudah mapan, memiliki usaha, rumah yang bagus dan kendaraan, tentu perlu dilakukan evaluasi,” ujar Abdul Fajri.

Ia menegaskan, Dinas Sosial berharap masyarakat yang sudah merasa mampu dapat secara sukarela melepaskan statusnya sebagai penerima manfaat agar bantuan bisa dialihkan kepada warga lain yang lebih berhak.

READ  Final, Sidang 10 Terdakwa Tipikor DPRD Kepahiang Divonis Dari 1 Tahun Hingga 6 Tahun Penjara

“Kami mengimbau penerima bantuan yang kondisi ekonominya sudah meningkat agar mengundurkan diri secara mandiri. Dengan begitu bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abdul Fajri mengingatkan bahwa stiker keluarga miskin yang dipasang oleh Dinas Sosial merupakan identitas penerima bantuan sosial. Apabila stiker tersebut sengaja dicopot atau ditutupi, maka dapat dianggap sebagai bentuk pengunduran diri dari kepesertaan bantuan sosial.

“Jika stiker yang dipasang Dinas Sosial dicopot atau ditutupi, maka yang bersangkutan dapat dianggap sudah mengundurkan diri sebagai penerima manfaat. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” jelasnya.

Temuan tersebut sekaligus menjadi sinyal penting bahwa pemutakhiran data penerima bantuan sosial harus terus dilakukan secara berkala. Pasalnya, perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan tidak dinikmati oleh warga yang sudah tergolong mampu.