Kepahiangnews.com-Lebong – Penantian panjang masyarakat Desa Tik Sirong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, akhirnya berbuah lega.
Jembatan Perintis Garuda yang selama ini dinantikan warga kini telah rampung 100 persen dan resmi dapat dimanfaatkan sebagai akses penghubung utama masyarakat. Kehadiran jembatan baru ini menjadi kabar bahagia, terutama bagi warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi ancaman terputusnya akses setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Jembatan tersebut rampung dan mulai dapat dimanfaatkan masyarakat pada Sabtu (08/08/2026).
Dengan panjang 5 meter dan lebar 5 meter, jembatan ini menjadi akses penting bagi 341 kepala keluarga atau sekitar 1.191 jiwa di Desa Tik Sirong.
Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar bangunan penghubung. Lebih dari itu, jembatan menjadi jalan bagi warga untuk mencari nafkah, anak-anak pergi ke sekolah, hingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Terlebih bagi para petani, akses tersebut sangat vital. Setiap hari mereka menggunakan jalur ini untuk menuju kebun maupun mengangkut hasil pertanian.
Sebelum jembatan baru dibangun, warga harus menghadapi kondisi berbeda. Jembatan lama kerap mengalami kerusakan akibat derasnya arus sungai, terutama saat musim hujan. Tak jarang akses transportasi warga terputus dan aktivitas masyarakat ikut lumpuh.
Hasil pertanian sulit diangkut, anak-anak terkendala pergi ke sekolah dan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan pun harus mencari jalur alternatif.
Kini, kekhawatiran tersebut perlahan menjadi cerita masa lalu.
Jembatan Perintis Garuda hadir dengan konstruksi yang lebih kokoh, memberikan rasa aman sekaligus membuka kembali akses mobilitas masyarakat Desa Tik Sirong.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan melalui Kodim 0409/Rejang Lebong. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah bersama TNI dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses.
Menariknya, pembangunan jembatan juga menjadi gambaran nyata kuatnya semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dalam prosesnya, prajurit TNI bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan. Gotong royong menjadi kekuatan tersendiri hingga akhirnya jembatan yang dinanti-nantikan warga tersebut dapat berdiri dan digunakan.
Bagi masyarakat, selesainya jembatan ini tentu bukan hanya soal selesainya sebuah proyek. Ada harapan baru yang ikut terbuka.
Akses yang lebih aman diharapkan membuat hasil pertanian warga lebih mudah dibawa keluar, aktivitas ekonomi semakin lancar dan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, mengatakan rampungnya Jembatan Perintis Garuda di Desa Tik Sirong diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan terbukanya kembali akses tersebut, distribusi hasil pertanian diharapkan semakin lancar, mobilitas warga meningkat dan berbagai aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih baik.
“Dengan adanya jembatan ini, kita berharap akses masyarakat semakin mudah, distribusi hasil pertanian semakin lancar dan perekonomian warga terus tumbuh,” demikian harapan Dandim.
Kini, bagi warga Tik Sirong, sebuah jembatan telah membawa arti yang jauh lebih besar. Ia bukan hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menghubungkan harapan, aktivitas, dan masa depan masyarakat yang selama ini menanti akses yang aman dan layak.






