Lima Tahun Jalan Provinsi Dibiarkan Rusak, Warga Kabawetan Turun Tangan Bantu Pemerintah: “Kalau Menunggu, Entah Sampai Kapan”

Reporter: candra | Editor: candra

Warga Kecamatan Kabawetan Kepahiang Perbaiki Jalan Provinsi

Lima Tahun Jalan Provinsi Dibiarkan Rusak, Warga Kabawetan Turun Tangan Bantu Pemerintah: “Kalau Menunggu, Entah Sampai Kapan”

 

Kepahiangnews.com-Kepahiang – Pemandangan berbeda terlihat di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Desa Tangsi Duren hingga Bogor Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Senin (27/7/2026). Bukan alat berat milik pemerintah yang bekerja, melainkan sekitar kurang lebih 100 warga dari berbagai desa yang bergotong royong memperbaiki jalan yang telah lama rusak.

Ironisnya, setelah bertahun-tahun tak tersentuh perbaikan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, kini warga memilih turun tangan sendiri demi menyelamatkan akses utama yang setiap hari mereka gunakan. Rusaknya akses jalan yang menjadi wewenang pemerintah, kini justru diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.

Sejak pukul 08.00 WIB, warga sudah memadati ruas jalan sepanjang kurang lebih enam kilometer tersebut. Sebagian membawa parang untuk menebas semak yang mulai menutupi badan jalan, sementara yang lain mengangkut batu koral, menyiram aspal cair, hingga menambal lubang menggunakan aspal hotmix.

Aksi gotong royong ini bukan tanpa alasan. Jalan provinsi tersebut disebut sudah sekitar lima tahun tidak pernah mendapat perbaikan menyeluruh, padahal menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari angkutan hasil pertanian, akses anak sekolah hingga wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Kabawetan.

Di sepanjang ruas jalan itu terdapat ratusan lubang yang setiap hari mengintai keselamatan pengendara. Tak sedikit kendaraan pengangkut sayuran mengalami kerusakan akibat menghantam lubang, bahkan kecelakaan juga kerap terjadi.

Ketua pelaksana kegiatan, Surono (48), warga Desa Mekar Sari, mengatakan gotong royong diawali dengan membersihkan bahu jalan yang telah dipenuhi semak, kemudian dilanjutkan dengan penambalan jalan berlubang.

“Hari ini pertama kami melakukan tebas bayang atau pembersihan jalan dari Tangsi Duren hingga Bogor Baru karena sudah banyak tanaman yang masuk ke badan jalan. Setelah itu kami membersihkan lubang dan menambalnya dengan aspal hotmix,” ujar Surono.

READ  Peringati Hari Desa Asri Nusantara, Desa Taba Sating Tanam 103 Batang Merambung Merah

Menurutnya, sedikitnya terdapat sekitar 200 lubang yang tersebar di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Sudah banyak kejadian kecelakaan, baik pengunjung maupun anak-anak sekolah. Selain itu, kendaraan angkutan sayur juga sering patah as ketika masuk lubang, sehingga aktivitas jual beli menjadi terganggu,” ungkapnya.

Surono menegaskan, aksi ini lahir dari keresahan masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu perhatian pemerintah.
Warga dari seluruh desa di Kecamatan Kabawetan, para pemilik gudang sayur hingga pemilik warung manisan bahu-membahu mengumpulkan dana secara sukarela agar jalan yang setiap hari mereka lintasi bisa kembali layak digunakan.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edward Samsi dan Rizki Heri Aji Suwela, serta Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Dwi Pratiwi Nur Indah Sari.

“Total dana yang terkumpul kurang lebih Rp15 juta. Uang itu digunakan untuk membeli empat ton aspal hotmix, satu dump truk batu koral, satu drum aspal cair, minyak, dan konsumsi untuk para peserta gotong royong,” jelas Surono.

Hingga sore hari, warga masih bergantian menambal jalan sambil menunggu pasokan aspal hotmix tambahan yang didatangkan dari Kabupaten Rejang Lebong.

Aksi swadaya masyarakat ini menjadi potret nyata kepedulian warga terhadap daerahnya. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tamparan keras bagi pemerintah. Di saat jalan berstatus provinsi selama bertahun-tahun belum mendapatkan penanganan memadai, masyarakat justru terpaksa mengeluarkan tenaga, waktu, bahkan uang pribadi demi memperbaiki infrastruktur yang sejatinya menjadi tanggung jawab pemerintah.