Kepahiangnews.com-Rejang Lebong – Harapan masyarakat Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, untuk memiliki akses transportasi yang aman dan layak kini semakin mendekati kenyataan.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang dikerjakan Kodim 0409/Rejang Lebong terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Hingga Kamis (25/6/2026), progres pembangunan jembatan beton tersebut telah memasuki tahap perakitan besi serta pengerjaan mal pondasi bagian bawah. Tahapan ini menjadi salah satu pekerjaan penting yang menandai terus bergeraknya pembangunan menuju penyelesaian.
Di tengah aktivitas para pekerja dan personel TNI di lapangan, optimisme masyarakat pun semakin tumbuh. Jembatan yang selama ini dinantikan itu diyakini akan menjadi solusi bagi berbagai kesulitan yang selama bertahun-tahun dirasakan warga, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan akses menuju pusat ekonomi.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan oleh Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla, mengatakan pembangunan jembatan tersebut bukan hanya sekadar membangun sarana penghubung, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Jembatan ini tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk membantu kesejahteraan masyarakat. Kami juga sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga yang sejak awal turut mendukung proses pembangunan ini,” ujar Dandim.
Jembatan Perintis Garuda yang memiliki panjang 9 meter dan lebar 5 meter tersebut nantinya akan menjadi akses vital bagi masyarakat Desa Air Merah. Keberadaannya diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 759 kepala keluarga atau lebih dari 1.850 jiwa yang selama ini bergantung pada akses tersebut untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Tidak hanya mempermudah mobilitas warga, jembatan ini juga diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian serta memperlancar akses menuju pusat perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnya.
Lebih jauh, Letkol Agung menegaskan bahwa manfaat jembatan juga akan dirasakan oleh sektor pendidikan dan kesehatan.
“Selama ini akses yang terbatas sering menjadi kendala, terutama bagi anak-anak yang berangkat ke sekolah saat musim hujan. Dengan hadirnya Jembatan Garuda, kami berharap perjalanan masyarakat, khususnya para pelajar, menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien,” tambahnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana penuh kebersamaan yang menjadi ciri khas pembangunan tersebut. Personel TNI dan masyarakat terlihat bekerja berdampingan, saling membantu dalam setiap tahapan pekerjaan. Semangat gotong royong yang tumbuh menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.
Bagi warga Desa Air Merah, pembangunan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, jembatan ini menjadi simbol harapan baru untuk masa depan desa yang lebih maju, akses yang lebih mudah, dan kehidupan yang semakin sejahtera.






