Dengan Jual Anyaman, Nenek Miskin Hidupi Tiga Cucunya Yang Masih Kecil

 

Screenshot 2024 0223 101907
Nenek dan sang suami yang telah tua renta, dengan kehidupannya yang kekurangan hidupi tiga cucu.

KEPAHIANGNEWS.COM-KEPAHIANG – Hanifa (67) warga Desa Pekalongan Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Bengkulu, adalah seorang nenek miskin yang menghidupi tiga cucunya dengan menjual berbagai anyamannya yang dibentuk berbagai macam kerajinan, secara berkeliling kerumah-rumah warga di Kabupaten Rejang Lebong. 

Selain itu juga nenek juga dibantu sang suami yang telah berumur bekerja sebagai kuli penurun batu pasir, itupun jika dirinya diajak oleh para supir truk yang sering mengambil batu pasir. Dengan hasil nenek sebagai anyaman dan sang suami sebagai kuli penurun batu pasir, tentunya untuk menghidupi tiga cucunya, apalagi sang cucu tertua sedang bersekolah di Sekolah Dasar (SD) 07 Desa Pekalongan, tentulah tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari. 

Screenshot 2024 0223 101919
Kondisi gubuk nenek Hanifah yang didirikan masyarakat diatas tanah orang.

Sang nenek juga diketahui, tidak memiliki rumah untuk dirinya, sang suami dan ketiga cucunya berteduh. Dengan keterbatasan tersebut, sang nenek bersama suami snagat bersyukur dan berterima kasih, dengan masih adanya orang baik yang memberika  lokasi berupa tanah kosong yang mengizinkan mereka untuk mendirikan rumah berupa gubuk dan ditempati oleh nenek dan cucunya.

Diketahui juga sebelum diberi lokasi tempat tinggal, nenek bersama suami sering berpindah-pindah tempat tinggal dengan posisi ngontrak seadanya. Hingga ada orang darmawan yang memberikan tempat untuk mereka mendirikian rumah, yang diketahui didirikan oleh masyarakat setempat dengan bambu seadanya.

Nenek mempunyai tiga orang anak, yang sudah menikah dan mempunyai kehidupan masing-masing dengan posisi anak-anaknya yang masih kekurangan. Sedangkan anak yang terahirnya meninggal dunia dengan meninggalkan tiga orang anak yang diketahui di urus dan dihidupi sang nenek bersama suami sejak kecil, hingga saat ini salah satu dari tiga cucunya sudah bersekolah.

READ  Kominfopersantik Kabupaten Kepahiang Audiensi Bersama Antara Digital Media

Nenek Hanifah mengatakan, dirinya mengkuat-kuatkan dirinya yang sudah tua untuk melihat cucunya yang saat ini sedang masa pertumbuhan. Dirinya juga mengataku, untuk bantuan yang didapat hanya ada bansos sembako yang didapat melalui bank, untuk yang lain tidak ada. Untuk sekolah cucunya dirinya mengatakan, mendapatkan bantuan 450 setiap tahun.

“Saya sudah tua, tapi saya kuat-kuatkan untuk menghidupi cucu saya yang orang tuanya telah meninggal dan ayahnya kabur meninggalkannya tak tau kemana”, terang Nenek Hanifah.

Dengan bertahunh-tahun dirinya tak mempunyai apa-apa, saat ini dirinya alhamdulillah bakal dibantu Pemerintah Desa yang saat ini memperjuangkan lokasi tanah. Untuk didirikan gubuk, agar dirinya dan sang cucu hidup damai tidak takut di usir orang lagi. (aa)