![]() |
| Hindari Politik Sara Pemilu 2024. |
KEPAHIANGNEWS.COM-KEPAHIANG – Menghindari politik Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) adalah salah satu langkah penting untuk mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang damai dan bermartabat. Dalam hal tersebut juga politik sering kali mengandalkan atau menggunakan kata infonya, katanya, yang belum tentu benar, tampa ada bukti yang bisa menjamin kebenarannya.
Karena isu SARA dapat menciptakan ketegangan dalam masyarakat dan merugikan proses demokrasi. Selain itu politik SARA juga dapat memecah belah masyarakat berdasarkan perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan. Sehingga dengan menghindari politik SARA, dapat mempertahankan persatuan dan kedamaian dalam masyarakat jelang pelaksanaan Pemilu 2024.
Politik SARA biasanya dianggap sebagai praktik yang tidak etis dalam dunia politik, karena mereka dapat mengancam kesatuan sosial, memicu konflik, dan merusak proses demokrasi. Kampanye politik berdasarkan faktor-faktor SARA, dan hanya mengandalkan katanya, infonya tampa pembuktian, hal tersebut bisa menjadi pelanggaran dapat mengakibatkan sanksi hukum.
Menjelang pelaksanaan Pemilu penting untuk mengutamakan kampanye politik yang berlandaskan pada ide, program, dan visi politik, daripada mengandalkan isu-isu SARA atau isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat. Prinsip-prinsip demokrasi yang sehat mencakup penghargaan terhadap pluralisme, toleransi, dan dialog yang konstruktif antara berbagai kelompok masyarakat.
Menghindari politik SARA adalah langkah penting dalam memastikan bahwa proses politik dan demokrasi berjalan dengan baik dan menciptakan masyarakat yang harmonis.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa menghindari politik SARA adalah hal yang sangat penting dalam menjaga iklim demokrasi.
Pertama. Mempertahankan Kesatuan Sosial. Politik SARA seringkali dapat memecah-belah masyarakat berdasarkan perbedaan identitas seperti suku, agama, atau ras. Hal ini tentunya dapat mengancam kesatuan sosial dan menciptakan konflik dalam masyarakat.
Kedua. Meningkatkan Toleransi dan Keragaman. Menghindari politik SARA membantu masyarakat untuk lebih menerima dan menghargai keragaman dalam masyarakat. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis jelang pelaksanaan Pemilu 2024.
Ketiga. Fokus pada Isu-isu Substansial. Politik yang berfokus pada isu-isu substansial, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, lebih mungkin untuk mencapai solusi yang memadai daripada kampanye yang hanya berdasarkan faktor-faktor SARA.
Keempat. Mendorong Partisipasi yang Beragam. Menghindari politik SARA dapat mendorong partisipasi politik yang lebih beragam, dimana masyarakat lebih terlibat berdasarkan pemahaman ideologi dan program politik daripada identitas pribadi.
Kelima. Politik yang sering memakai politik Sara dan sering kali memakai kata-kata katanya dan infonya pada pilitiknya. Cenderung hal tersebut adalah berpolitik yang kurang sehat dan bisa dikatakan lemah.
Ketua Bawaslu Kepahiang, Mirzan Pranoto Hidayat mengatakan, informasi pelanggaran pasti langsung di tindak lanjuti. Tetapi info tidak cukup dengan katanya harus ada bukti dan juga sesuai SOP Bawaslu untuk pelaporan.
“Semua pelanggaran pemilu pasti langsung kita tindak lanjuti, tetapi harus juga dengan bukti, dan pelaporan sesuai SOP yang ada”, jelas Mirzan.
Menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, tambah Mirzan, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah beberapa isu-isu yang sedang mencuat di khalayak. Terutama pada isu-isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Agar nantinya masyarakat bisa mendapatkan pemimpin yang benar-benar bertangung jawab dan amanah menjalankan tangung jawabnya. (**)







