Kemarau Melanda, Usaha Pengilingan Padi Di Kepahiang Terancam Gulung Tikar

“Dampak kemarau selain sawah kering, ternyata usaha penggiling padi di Kabupaten Kepahiang mengeluh dan tidak sedikit terancam gulung tikar”.


KEPAHIANGNEWS.COM – Kekeringan yang dikeluhkan oleh para petani padi saat ini, ternyata berdampak besar juga terhadap usaha pengilingan padi yang ada di Kabupaten Kepahiang. 

Seperti yang dirasakan oleh salah satu pemilik usaha penggilingan padi di Desa Pelangkian Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang Juni (40), yang saat ini mengeluhkan sepinya para petani padi yang tidak ada mengiling padi di pengilingannya. Hal tersebut terjadi  sudah tiga bulan, sampai saat ini.

Padahal untuk saat ini, harapan dirinya adalah para petani padi yang dapat membuat usaha nya berjalan. Jika tidak ada petani padi yang mengiling padi, usaha pengilingannya terancam gulung tikar dan nasip karyawannya juga terancam. 

Ia juga mengatakan, saat ini para petani padi hanya menggiling padi seminggu hanya 1 sampai 2 karung kecil saja, tidak sperti biasanya dalam satu hari para petani mengiling padi ditempatnya mencapai 200 karung hingga 300 karung.

“Sudah tiga bulan petani padi tidak ada yang mengiling padi di penglingan saya. Jika hegini terus usaha saya terancam gulung tikar, musim kopi masih jauh, tahun depan baru ada”, ujar Juni.

Dampak kekeringan menyababkan sawah kering dan petani tidak bisa nyawah. Sehingga para petani padi tidak menghasilkan padi untuk digiling. 

Selain dampak kekeringan membuat usaha pengilingan padi sepi. Toyo (45) warga Kelurahan Dusun Kepahiang Kecamatan Kepahiang mengatakan, dengan sepinya para petani mengiling padi. Dirinya tidak mendapatkan upah, karena upah yang ia dapat dari banyaknya para petani padi yang mengiling. Untuk memenuhi kebutuhan kekuarga dirinya terpaksa hutang ke bos, jika tidak kepada tetangga.

READ  Angkat Nama Daerah, Seniman Kepahiang Terlupakan

“Dengan sepinya petani yang mengiling, saya tidak menghasilkan upah. Terpaksa saya harus gali lobang untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya”, ungkap Toyok.

Dengan dampak yang dirasakan saat ini, ia juga berharap ada solusi dari pemerintah untuk dirinya dan para petani padi yang terdampak kemarau. Karena yang terdampak akibat kekeringan yang terjadi saat ini cukup banyak.(aa)