Jembatan 1,6 M Mandek, Kades Di Kepahiang Harapkan Pemprov Lanjutkan Di Dana Hibah Presiden

“kades harapakan sisa dana hibah persiden, sebagian diperuntukan lanjutkan pembangunan jembatan”



KEPAHIANGNEWS.COM – Adanya bantuan hibah Rp 400 miliar rupiah yang digelontorkan Presiden RI Joko Widodo kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu saat kunjungannya beberapa waktu lalu. Diketahui Bantuan hibah tersebut diperuntukan untuk digunakan perbaikan jalan inpres yang ada di Provinsi Bengkulu.
Dimana dari informasi yang diterima, anggaran hibah tersebut sudah ditetapkan semua penggunaannya. Diketahui, sisa anggaran tersebut tersisa Rp 80 miliar, serta bisa dianggap menjadi anggaran yang belum diketahui diperuntukkan untuk perbaikan jalan dimana.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Ketut Dana Putra mengatakan. Ia sangat berharap kepada pemerintah Provinsi Bengkulu, untuk mengalokasi kan sebagian dana sisa hibah Presiden. Untuk kelanjutan pembangunan jembatan penghubung desanya, yang di ketahui jalan lintas tersebut adalah milik Provinsi Bengkulu.

“Semoga saja dengan adanya sisa dana hibah presiden. Pemerintah melanjutkan pembangunan jembatan penghubung di desanya”, harap  Kades.
Lanjutnya ia menjelaskan, untuk pembangunan jembatan yang menjadi penghubung satu-satunya masyarakat keluar masuk desa. Tahun 2021 lalu sudah pernah dibangun dengan anggaran Rp 1,6 Milyar Rupiah lebih. Namun sampai saat ini, untuk kelanjutan pembangunan jembatan yang saat ini hanya sebatas tanggul, belum ada kelanjutannya lagi.
Untuk kondisi tanggul yang dibangun, saat ini menjadi semak belukar dan mengalami retak bagian dinding tanggul. Jika tidak dilanjutkan takutnya tanggul yang di bangun dengan anggaran cukup pantastis akan rusak parah dan tentunya menjadi sia-sia saja.
” Kondisi tanggul yang dibangun saat ini, jadi semak belukar dan banyak retak didinding tanggul”, jelasnya.
Ia juga mengatakan, untuk kondisi jembatan yang biasa dilalui oleh masyarakat. Kondisinya sangat menghawatirkan, karena jembatan yang lantainya terbuat dari papan sudah banyak hancur karena sudah lapuk. Setiap tahun lantai harus diganti, dengan menunggu ada masyarakat yang hendak menyumbang kayu untuk di jadikan papan lantai jembatan.
Selain lantai jembatan rusak dan lapuk, yang membuat banyak lubang dibagian badan jalan jembatan. Besi jembatan saat ini banyak patah, akibat berkarat dan keropos.
Tidak sedikit kendaraan roda 4 dan roda 2 terprosok akibat papan patah dan besi patah. Bahkan yang meninggal terjatuh di jembatan tersebut pun ada”, tambah kades.(aa)