Pemkab Kepahiang Lirik Sisa Anggaran Hibah Rp 400 M

“Sisa Rp 80 M Untuk Perbaikan Jalan Inpres”


KEPAHIANGNEWS.COM – Berkenaan dengan adanya bantuan hibah Rp 400 miliar yang digelontorkan Presiden RI Joko Widodo kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu saat kunjungannya beberapa waktu lalu. Diketahui diperuntukan untuk digunakan perbaikan jalan impres yang ada di Provinsi Bengkulu.
Dimana dari informasi yang diterima, anggaran hibah tersebut sudah ditetapkan semua penggunaannya. Diketahui, sisa anggaran tersebut tersisa Rp 80 miliar, serta bisa dianggap menjadi anggaran yang belum diketahui diperuntukkan untuk perbaikan jalan dimana.
Karenanya berdasarkan pantauan yang dilakukan, anggaran sisa Rp 80 miliar tersebut diperebutkan oleh 3 Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu, yakni Kabupaten Kepahiang, Seluma, dan juga Kabupaten Bengkulu Utara.
Kepala PUPR Kabupaten Kepahiang Rudi Andi Silaloho ST saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dimana dikatakannya, memang ada 3 kabupaten termasuk Kepahiang yang mengajukan proposal perbaikan jalan dari sisa anggaran hibah tersebut.
“Pasca dikunjungi pak presiden kemarin, memang ada 3 kabupaten yang menyerahkan perbaikan jalan melalui anggaran hibah itu, salah satunya adalah kita Kabupaten Kepahiang yang mengusulkan perbaikan 4 ruas jalan,” ujar Rudi.
Bahkan dikatakan Rudi, perbaikan jalan Desa Langgar Jaya juga ternyata termasuk jalan yang diusulkan melalui anggaran hibah perbaikan jalan impres gelombang 1 tersebut. Karena diterangkannya, peluang Kepahiang lebih besar untuk mendapatkan sisa anggaran tersebut dibanding 2 kabupaten lainnya.

“Kalau melihat dari sikap yang ditunjukkan presiden dan Menteri PUPR kemarin, bisa saja sisa anggaran tersebut diprioritaskan untuk perbaikan jalan di Kabupaten Kepahiang. Bahkan jika tidak, disampaikan pihak BPJN kemarin perbaikan 4 ruas jalan di Kepahiang bisa masum prioritas perbaikan jalan impres pada gelombang kedua. Namun kita lihat saja nanti keputusannya,” terang Rudi.
Sementara itu berkenaan dengan dibatalkannya pengusulan perbaikan tahap awal pada jalan Desa Langgar Jaya melalui scrap pada APBD-P nanti. Rudi menegaskan dirinya hanya akan mengikuti intruksi dari Bupati Kepahiang. Hal itu dikarenakan, sampai saat ini berkas usulan perbaikan jalan Desa Langgar Jaya secara scrap pada APBD-P nanti sudah diserahkan.
“Memang kalau kita benar mendapat bantuan perbaikan jalan dari Pemerintah Pusat, tidak akan mungkin kita juga menggunakan anggaran APBD-P nanti pada perbaikan Jalan Desa Langgar Jaya. Untuk itulah kita hanya menunggu kabar dari Pemerintah Pusat.
Namun jika ada intruksi bupati untuk mencabut usulan scrap kemarin, kita akan lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Untuk diketahui, empat titik jalan yang diusulkan Pemkab Kepahiang, meliputi Jalan Cinto Mandi – Langgar Jaya, dengan panjang 11 kilometer dan lebar 3,5 meter, dan kebutuhan anggaran Rp 23 miliar.
Jalan Pusat Pemerintahan – Barat Wetan, dengan panjang 5,1 kilometer dan lebar 7 meter, dan kebutuhan anggaran Rp 23 miliar.
Jalan Rana Kurung – Batu Bandung, dengan panjang 11,1 kilometer, lebar 3,5 meter, dan kebutuhan anggaran Rp 25 miliar. Serta Jalan Pemerintahan – Tebat Monok, dengan panjang 6 kilometer, lebar 7 meter, dan kebutuhan anggaran Rp 30 miliar. (aa)
READ  Penuh Berkah, Kejari Kepahiang Laksanakan Bakti Sosial Peringati Ramadhan 1446 H