Pemkab Kepahiang Himbau Pangkalan LPG 3 KG Jangan Dijual Melebihi HET

“Pemkab Kepahiang harapkan agen LPG 3 kilogram (kg) agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)”

KEPAHIANGNEWS.COM – Pemerintah (Pemda) Kabupaten Kepahiang, melalui Wakil Bupati Kepahiang. H.Zurdi Nata, S.IP mengingatkan para pemilik pangkalan dan agen LPG 3 kilogram (kg) agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Bengkulu No R.277/IV tahun 2015, HET elpiji subsidi di tingkat pangkalan Rp 15.900 per tabung.
“Bagi yang terbukti menjual di atas HET akan ditindak tegas berupa pencabutan izin operasi artinya telah melanggar SK Gubernur Bengkulu,” ujarnya.
Lanjutnya, mengimbau jika dijual di atas HET, masyarakat kurang mampu semakin kesulitan mendapatkan bahan bakar tersebut. Dari pantuan di lapangan, sampai sekarang harga bahan bakar tersebut masih dijual antara Rp 20.000-Rp 23.000 per tabung. Tingginya harga LPG 3 kg karena stok di pangkalan, agen dan warung masih mengalami kelangkaan.
Menangapi lah tersebut, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kepahiang,  Jan Johanes Dalos, menyampaikan, akan melakukan pendataan konsumen Liquefied Petroleum Gas (LPG). Pendataan konsumen atau warga pengguna LPG. 
“Kita akan ada pendataan penggunaan LPG 3 kilogram dalam waktu dekat ini, untuk mengetahui persisnya kebutuhan akan gas bersubsidi tersebut.Data pengguna LPG 3 kilogram yang ada sudah tidak valid, jelas banyak perubahan, maka itu perlu pendataan lagi,” imbuhnya.
Lanjutnya, terkait rencana pendataan konsumen LPG 3 kilogram telah disampaikan ke Bupati Kepahiang. Nantinya diterbitkan surat edaran, yang selanjutnya disampaikan ke desa-desa atau kelurahan, untuk menyerahkan data pengguna LPG 3 kilogram. “Pastinya penggunaan LPG ini ada ketentuannya, jadi bisa tahu juga nanti setelah pendataan, tepat sasaran atau tidak,” demikian 
Sementara itu, masyarakat Kepahiang yang tak mau disebut namannya, saat di wawancarai menyampaikan. “Saya beli elpiji 3 kg harganya Rp 23.000 per tabung. Saya tanya kenapa harga di atas HET, dijawab persedian LPG subsidi masih langka,” ujarnya.
Untuk itu, dia berharap agar pasokan elpiji 3 kg di Kepahiang, tidak dikurangi sehingga persediaan di pangkalan dan agen kembali normal.(aa)

READ  Gelar RDP, Komisi 1 Bahas Pemberhentian JPTP 4 ASN Pemkab Kepahiang