KEPAHIANGNEWS.COM – Menyikapai banyaknya keluhan masyarakat di halaman Facebook dan Web KEPAHIANGNEWS.COM, dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi saat ini.
Masyarakat meminta untuk pemerintah memikirkan nasip rakyat yang berada di ujung Kabupaten Kepahiang, contohnya saja Desa Warung Pojok, yang jauh dari tempat pengisian bahan bakar (SPBU) dan Pertashop yang biasanya ada di setiap desa-desa.
Masyarakat mengeluhkan tinggihnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual oleh para pelaku pengecer minyak yang ada di desa mereka. Setiap pengecer menjual BBM sperti pertalite sampai 14 hingga 15 ribu perliter, bahkan ada yang menjual hingga 17 ribu. Untuk pertamax sendiri harga eceran mencapai 20 ribu perliternya.
Hal tersebut terjadi, selain naiknya harga BBM yang terjadi, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya mereka untuk mendapatkan bahan bakar dari SPBU yang ada di Kabupaten Kepahiang. Hanya pengecer saja yang bertahan mengantri untuk menyediakan keperluan BBM masyarakat.
Sehingga masyarakat ada yang beranggapan wajar jika pengecer menjual dengan harga tinggi dan juga ada yang keberatan. Lantaran perekonomian mereka sulit.
Dengan adanya rencana Dinas Disperindag dan UKM Kabupaten Kepahiang ingin melakukan sidak langsung ke pengecer yang ada di Kabupaten Kepahiang. Para Warga Net yang mengeluhkan di Halaman Facebook dan Web KEPAHIANGNEWS.COM, meminta untuk Dinas melakukan pemahaman ke pelaku pengecer untuk tidak terlalu tinggi menjual BBM didesa mereka.
Sekaligus mereka meminta untuk Pemerintah menganti Pertashop yang ada di desa diganti dengan Pertamini dengan menjual pertalite. Serta mendahulukan masyarakat lokal untuk mengantri bahan bakar di SPBU.(aa)








