500 Hektar Persawahan Beralih Jadi Lahan Sayuran, Akibat Putusnya Irigasi Induk

Dua tahun irigasi putus tak aliri 500 hektar persawahan di empat desa di dua Kecamatan Ujan Mas dan Merigi

KEPAHIANGNEWS.COM  – 500 hektare kawasan persawahan yang mencakup 4 desa pada Kecamatan Ujan Mas dan Kecamatan Merigi, yakni Desa Bumisari, Desa Cugung Lalang, Desa Pulogeto Baru dan Desa Pulogeto Lama terpaksa beralih tanaman yang sebelumnya ditanam padi, berganti tanaman sayur-sayuran. Pasalnya, kawasan persawahan tersebut tidak lagi berfungsi maksimal lantaran kekurangan debit perairan, hal itu dikarenakan dampak dari rusaknya irigasi induk sejak dua tahun lalu.
Ini diungkapkan salah seorang petani setempat Irawan Heriyadi Rabu (14/9), meski masih bisa menanam padi, namun sistemnya bergantian atau buka tutup penggunaan aliran air irigasi. Jika dalam setahunnya petani bisa melakukan tanam padi sampai 3 kali, karena kerusakan irigasi tersebut, petani hanya bisa 1 kali tanam.
“Kondisi ini terjadi sudah dua tahun, boleh dikatakan petani sawah tidak maksimal menanam padi, karena kekurangan aliran air irigasi yang diakibatkan jebol itu. Sehingga kebanyakan petani mengalihkan tanamannya ke sayur-sayuran,” ungkap Irawan.
Senada diungkapkan Ridwan, petani setempat berharap agar kerusakan infrastruktur pertanian tersebut mendapat perhatian pemerintah. Terlebih dari sektor persawahan yang salah satunya mendukung kebutuhan pangan daerah, dengan kondisi rusaknya irigasi tentu menurunkan tingkat produktivitas pertanian komoditas padi.
Bahkan, dia mengatakan karena petani terbatas modal untuk mengalihkan pada budidaya tanaman lain, lahan persawahan dibiarkan tidur atau kosong tanpa produktivitas pertanian.
“Kami berharap usulan perbaikan irigasi yang mengaliri ratusan lahan persawahan desa pada dua kecamatan ini segera direspon pemerintah, sebab sebagian besar petani bergantung pada tanaman padi. Bahkan karena dampak kerusakan irigasi ini banyak lahan yang dibiarkan kosong,” ujar Ridwan. (aa)