KEPAHIANGNEWS.COM – Dinas Pertanian Kepahiang menegaskan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak seperti sapi, kerbau, domba dan kambing tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Artinya daging dan susu yang dikonsumsi akan tetap aman selama dimasak dengan benar. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Hernawan, S.PKP kemarin, namun menurutnya kasus penyebaran penyakit PMK tetap harus diwaspadai karena dikhawatirkan akan mengancam populasi hewan ternak dan berdampak bagi perekonomian masyarakat.
“PMK pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia, daging dan susu tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar. Daging sebelum diolah harus dimasak di air mendidih,” ujar Hernawan.
Sementara itu, Kasi Pencegahan Penyakit Marwan Safe’, Sp menambahkan PMK adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akun dan menular pada hewan berkuku genap. Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan vesikel atau lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, dan kulit sekitar kuku.
Meski demikian, pihaknya mengimbau baik peternak, maupun pedagang daging sapi harus memastikan daging dagangannya berasal dari hewan yang sehat. Yaitu, harus melakukan penyembelihan hewan seperti sapi dan kambing di rumah potong hewan yang sudah tersedia, dimana sebelum proses pemotongan hewan melalui serangkaian tahapan pemeriksaan kesehatan.
“Walaupun beberapa penyakit pada hewan ternak tidak membahayakan manusia yang mengkonsumsinya, keharusan pedagang menjual daging dari hewan yang sehat harus terjamin. Seperti hewan di ditandai dengan SKKH dengan kata lain bebas penyakit, kemudian harus disembeli di RPH, karena terjamin kesehatan,higienis, terutama halal,” jelas Marwan. (aa)







