Kepahiangnews.com-Rejang Lebong – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, terus menunjukkan progres yang positif. Hingga Jumat (19/06/2026), pembangunan telah mencapai 11 persen. Meski masih dalam tahap awal, keberadaan jembatan ini mulai menghadirkan optimisme bagi masyarakat yang selama ini mendambakan akses yang lebih aman dan mudah untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan oleh Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada proses pengecoran pondasi yang menjadi bagian penting dalam menopang konstruksi jembatan secara keseluruhan.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, letkol inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.,Opsla mengatakan bahwa pembangunan jembatan tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif warga yang turut bergotong royong mendukung proses pembangunan sejak awal pengerjaan.
Jembatan Garuda yang memiliki panjang 9 meter dan lebar 5 meter ini nantinya akan menjadi akses vital bagi masyarakat Desa Air Merah. Sebanyak 759 kepala keluarga atau sekitar 1.850 jiwa diproyeksikan akan merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan tersebut, terutama dalam memperlancar mobilitas dan mempercepat akses menuju lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi.
Selain memberikan dampak ekonomi, jembatan ini juga diharapkan mampu mendukung sektor pendidikan. Selama ini, kondisi akses yang terbatas kerap menjadi kendala bagi pelajar, terutama saat cuaca kurang bersahabat. Dengan hadirnya Jembatan Garuda, perjalanan menuju sekolah akan menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien.
Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi pemandangan yang mewarnai setiap tahapan pembangunan. Warga dengan sukarela ikut membantu pekerjaan di lapangan, menunjukkan tingginya rasa memiliki terhadap pembangunan yang sedang berlangsung. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa dengan gotong royong, harapan untuk mewujudkan desa yang lebih maju dan sejahtera dapat diwujudkan bersama.






