Kepahiangnews.com-Kepahiang – Pemerintah Kabupaten Kepahiang berhasil menjemput sekaligus menyerahkan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Harmizal (warga Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang), kepada pihak keluarga di Bandara Fatmawati Bengkulu pada Minggu (8/3/2026).
Penjemputan yang penuh perhatian ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepahiang, Irwan, SE. Turut mendampinginya sejumlah pejabat penting yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kushadi Cahayadi, S.IP, Kepala Kesbangpol Dendi, Camat Kepahiang Karyo Fauzan, serta Kepala Desa Tebat Monok Zulkarnain.
Setelah tiba di bandara, Harmizal langsung diserahkan ke tangan keluarga untuk mendapatkan pendampingan dan pemulihan pasca yang dialaminya.
Imbauan Penting dari Dinas Tenaga Kerja: Waspadai Tawaran Pekerjaan Tak Resmi!
Irwan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming pekerjaan luar negeri dengan gaji besar namun tanpa proses yang jelas. Menurutnya, banyak kasus TPPO bermula dari tawaran yang tampak menggiurkan namun tidak melalui prosedur resmi.
“Kami mengimbau agar masyarakat pastikan agen penyalur tenaga kerja memiliki izin pemerintah serta seluruh dokumen keberangkatan lengkap dan sah,” ujar Irwan.
Ia menegaskan, calon pekerja migran harus melalui perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang memiliki izin resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan.
“Jangan pernah menggunakan jalur non-prosedural atau berangkat dengan paspor wisata untuk bekerja. Jika ada tawaran mencurigakan atau janji proses cepat tanpa kejelasan, segera laporkan ke Dinas Tenaga Kerja atau aparat penegak hukum,” tegasnya.
Irwan juga mengingatkan agar tidak menitipkan paspor atau dokumen penting kepada pihak yang tidak jelas, serta selalu membaca dan memahami kontrak kerja sebelum menandatanganinya.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja akan terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya TPPO.
“Edukasi sangat penting agar semua pihak paham risiko dan bahaya TPPO. Dengan meningkatkan kesadaran, kita harapkan kejadian seperti ini bisa dicegah sejak dini,” pungkasnya.






