
Pemkab Kepahiang akan terapkan tingkatkan produktivitas buah kopi dengan sistem pagar Brazil.
KEPAHIANGNEWS.COM-KEPAHIANG – Guna meningkatkan produktivitas kopi di Kabupaten Kepahiang. Pemkab melalui Dinas Pertanian Kepahiang, mengalakan program tanam kopi dengan sistem pagar yang diterapkan di Berazil.
Seluruh petani kopi yang ada di Kabupaten Kepahiang, diberikan pemahaman untuk menerapkan sistem pagar dalam penanaman kopi dengan sistem pagar. Sistem ini diklaim bisa meningkatkan produksi kopi setiap tahunnya.
Kepala Dinas Pertanian Kepahiang Ir Taufik melalui Kepala Bidang Perkebunan Karyo Fauzan, SP mengatakan, bahwa penanaman kopi dengan sistem pagar ini telah dibuktikan oleh petani kopi di Lampung, dan berhasil. Maka dari itu pihaknya akan menerapkan sistem yang sama di Kabupaten Kepahiang.
“Pemkab berupaya untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan nilai tambah petani. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kesejahteraan petani, maka dari itu kita akan menerapkan penanaman sistem pagar ini”, ungkap Kabid Perkebunan Karyo.
Menurut dia, sistem penanaman kopi dengan metode pagar ini memberikan banyak keuntungan. Salah satunya meningkatnya produksi kopi dengan kualitas baik.
“Model sistem penanaman kopi berupa sistem pagar ini, dalam satu hektar jumlah populasi tanaman sebanyak 4.000 batang perhektar, dengan target produksi 4 ton pertahun,” ujarnya.
Dia mencontohkan keberhasilan metode ini yang dilakukan oleh salah seorang petani di Provinsi Lampung saat hadir di Lauching Sekolah Kopi di Kecamatan Ujan Mas kemarin.
“Kita tidak usah muluk-muluk dalam satu hektar menghasilkan 2 sampai 3 ton saja sudah cukup baik. Karena di Kabupaten Kepahiang ini perhektarnya hanya menghasilkan 700 Kg pertahunnya”, jelasnya.
Karyo juga menuturkan, pihaknya akan menerapkan dan memberikan pemahaman, dan terus mensosialisasikan serta mendukung petani kopi di Kepahiang untuk menerapkan sistem pagar.
“Kami akan terus memberikan pendampingan kepada petani kopi untuk menerapkan sistem pagar. Perlahan-lahan kita ubah cara pandang para petani kopi mengenai cara tanam pohon kopi yang lebih efektif dan efisien,” tutup Karyo.(aa)



