Belum Ada Tindakan Terkait Galian C, Warga Desa Lubuk Penyamun Datangi DPRD Kepahiang Kedua Kalinya

 

Screenshot 2024 0429 180834
Perihal galian c beroprasi diduga tak miliki izin, warga Desa Lubuk Penyamun datangi gedung DPRD Kepahiang kedua kalinya.

KEPAHIANGNEWS.COM-KEPAHIANG – Kedua kalinya warga Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kepahiang. Guna memeprtanyakan tindak lanjut laporan yang dilayangkan ke DPRD, prihal adanya galian c atau tambang pasir yang beroprasi di Desa Lubuk Penyamun yang membuat resah warga stempat. 

Karena diketahui galian c atau tambang pasir yang beroprasi di Desa tersebut, saat ini terus meju ke arah pemukiman warga, dan lokasi tambang tersebut sering mengalami longsor. Sehingga mempercepat lobang galian tambang melebar ke pemukiman warga. 

Untuk dugaan sementara, galian c atau tambang pasir yang saat ini terus beroprasi, diduga tidak memiliki izin. Maka dari itu, warga desa ingin Pemerintah Desa ataupun Pemerintah Kabupaten dan Dinas terkait. Untuk melakukan penutupan tambang, yang sangat meresahkan warga desa. 

Terkait hal tersebut, warga desa mencoba mendatangi gedung DPRD Kepahiang untuk ke dua kalinya, untuk meminta solusi dari masalah yang dihadapi. Karena jika tidak ditindak lanjuti secepatnya, pemukiman warga akan mengalami longsor, yang dikarenakan galian terus mendekati pemukiman warga.

Ansori M selaku Komisi III DPRD Kepahiang saat ditemui di ruang kerjanya menerangkan, dengan adanya beberapa warga Desa Lubuk Penyamun yang datang ke DPRD. Pihaknya akan menindak lanjuti permasalahan yang di hadapi. Selain itu juga, pihaknya juga akan melibatkan Pemkab Kepahiang dan beberapa dinas terkait.

“Iya kita kedatangan warga desa Lubuk Penyamun, ini kedua kalinya warga desa tersebut datang ke DPRD Kepahiang, mengeluhkan galian c atau tambang yang beroprasi saat ini banyak membuat kerugian dari warga. Salah satunya rumah retak akibat hentakan mobil truk yang siang malam broprasi, debu pasir, dan yang paling patal rumah warga terancam longsor. Dikarenakan kerukan tambang pasir saat ini terus mendekati rumah warga. Maka dari itu, dengan laporan yang kiga terima dua kali ini, akan kita coba tindak lanjuti dengan mengajak Pemkab Kepahiang, dan beberapa Dinas terkait untuk memantau kelokasi”, ujar Ansori.

READ  Pemkab Kepahiang Luncurkan Sistem Keuangan Desa Secara Onlain Atau Siskeudes

Selain memgeluhkan tambang yang saat ini terus beroprasi dan diduga tidak memiliki izin. Dengan adanya permasalahan tersebut, beberapa warga saat ini mendapatkan intimidasi dari pekerja galian c atau tambang pasir. Hal tersebut di ungkapkan Azhari salah satu warga Desa Lubuk Penyamun yang menentang adanya tambang beroprasi di desanya.

“Dengan adanya penolakan dari warga yang tidak setuju adanya tambang. Beberapa warga kami saat ini mendapatkan intimidasi dari pihak pekerja tambang. Tetapi alhamdulillanya, intimidasi tersebut tidak ditanggapi dan sampai saat ini belum ada kejadian yang tidak kita inginkan”, terangnya.

Sekali lagi kami berharap, dengan adanya laporan kami ini yang kedua, pihak pemerintah, DPRD dan dinas terkait dapat menutup tambang tersebut. Karena jika tidka ditutup pasti galian terus maju dan rumah-rumah warga terancam akan ambles”, tambahnya. (aa)