Tanpa Sesal dan Air Mata, Ikram Mu’allaf dan PWI-LS Fasilitasi Warga Kepahiang Mantapkan Hati Memeluk Islam

Reporter: candra | Editor: candra

Warga Kepahiang Mualaf

Tanpa Sesal dan Air Mata, Ikram Mu’allaf dan PWI-LS Fasilitasi Warga Kepahiang Mantapkan Hati Memeluk Islam

KEPAHIANGNEWS.COM-KEPAHIANG — Hidayah Allah datang kepada siapa saja, kapan saja, dan melalui jalan yang terkadang tak pernah disangka. Seperti yang dirasakan salah seorang warga Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, berinisial E-S, yang dengan kesadaran dan keyakinan dari dalam hati memilih meninggalkan keyakinan sebelumnya dan memeluk agama Islam.

Keputusan tersebut bukan lahir karena paksaan. Tidak ada penyesalan, tidak ada drama, apalagi tekanan dari siapa pun. Dengan hati yang mantap, E-S mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri sebagai seorang Muslim.

Momen penuh haru itu berlangsung dengan pendampingan Perjuangan Walisongo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI-LS) Cabang Kepahiang). Prosesi dipimpin langsung Kiai H. Mudahri, serta dihadiri Ketua PWI-LS Kabupaten Kepahiang bersama jajaran dan anggota Ikram Mu’allaf Kabupaten Kepahiang.

Di hadapan para saksi, E-S dengan penuh ketenangan mengucapkan dua kalimat syahadat. Suasana pun berubah menjadi penuh haru ketika kalimat suci tersebut terucap dengan lantang.

Bagi E-S, hari itu menjadi awal dari perjalanan baru dalam kehidupannya. Ia menyatakan kesungguhan untuk meninggalkan masa lalu dan menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim dengan berusaha menjalankan perintah Allah SWT serta menjauhi segala larangan-Nya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pintu ampunan dan hidayah Allah SWT senantiasa terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin kembali kepada-Nya.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Sa’id al-Khudri, bahwa ketika seseorang memeluk Islam dan menjalankannya dengan baik, Allah mencatat kebaikannya dan menghapus keburukan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik. Ketika seseorang datang dengan hati yang tulus, kita harus menyambutnya dengan kasih sayang, bukan menghakimi masa lalunya,” ujar Kiai H. Mudahri

READ  Pemkab Kepahiang Segera Salurkan BLT-BBM Sebayak Rp 2,2 Miliar Melalui Bank

Ketua PWI-LS Kabupaten Kepahiang bersama jajaran dan Ikram Mu’allaf pun berharap E-S tidak merasa sendiri dalam menjalani kehidupan barunya. Pendampingan akan terus dilakukan agar dirinya semakin memahami ajaran Islam dan mampu menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim dengan penuh keyakinan.

Hari itu, bukan sekadar tentang seseorang mengucapkan syahadat.

Lebih dari itu, ada sebuah hati yang memilih pulang, ada masa lalu yang rela ditinggalkan, dan ada kehidupan baru yang dimulai dengan menyebut nama Allah SWT.

Semoga langkah E-S menjadi awal perjalanan yang penuh keberkahan dan keteguhan iman. Karena hidayah adalah hadiah, dan ketika hati telah menemukannya, tak ada alasan untuk kembali berpaling.