Akibat Curah Hujan Tinggi, Rumah Prumnas Warga Kepahiang Runtuh

Screenshot 2024 0114 234937
Pihak BPBD Kepahiang pantau lokasi kejadian rumah warga yang runtuh.

KEPAHIANGNEWS.COM-KEPAHIANG – Akibat intensitas curah hujan tinggi saat ini, serta rumah yang tidak jauh dari bibir jurang. Satu unit bangunan rumah warga Desa Kuto Rejo Kecamatan Kepahiang, yang diketahui milik Sofian (57) mengalami ambles yang mengakibatkan rumah warga tersebut hancur tampa tersisa.

Saat ditemui Sofian menceritakan asal mula kejadian yang membuat rumahnya amles dan hancur. Sebelum kejadian, Sabtu (13/01/24) dirinya berada diluar rumah dan hanya ada sang istri beserta anak yang ada di dalam rumah. 
Pada hari itu, sang istri merasa ada yang aneh dengan rumah miliknya yang berada di Prumnas Perdana Barokah Desa Kuto Rejo Kecamatan Kepahiang. Pasalnya tanah tempat berdirinya rumah miliknya tersebut mulai mengalami longsor dikit demi sedikit, akibat hujan lebat yang melanda.
Dengan adanya tanda-tanda tersebut, sang istri menelpon sang suami (Sofian) untuk pulang kerumah melihat kejanggalan yang terjadi.
Klik Vidio Penjelasan BPBD Kepahiang:

“Pak balik dulu, cubo tengok rumah kito ni ngapo”, telpon sang istri kepada Sang suami (Sofian).
Adanya telpon dari sang istri, Sofian pulang kerumah dan dilihanya keanehan pada lokasi sekeliling rumahnya. Usai memastikan keanehan tersebut, Sofian mengajak keluarganya untuk mengungsi sementara ke rumah prumnas kosong yang tidak jauh dari lokasi rumahnya.
Selang satu hari, saat hujan deras yang terjadi pada Minggu malam habis magrib, tanah yang dimana diketahui berdirinya rumah milik Sofian runtuh dan hancur ke persawahan warga yang terletak dibawah rumahnya.
“Dengan adonyo tando-tando bakal runtuh, kami langsung ngungsi kerumah prumnas yang kosong”, ungkap Sofian.
Dari kejadian tersebut, Sofian hanya mengalami kerugian rumahnya yang hancur. Untuk harta benda masih bisa ia selamatkan, dan korban jiwa nihil.
Dengan kejadian tersebut, ia berharap adanya bangunan baru dari pemilik prumnas. Karena rumah miliknya masih masa keredit.
Disisi lain, Plt BPBD Kepahiang Hendra mengatakan, sebelum bencana terjadi, pihaknya telah mendapat adanya laporan rumah akses jalan menuju rumahnya terputus. Dan pada hari ini, kajadian kembali satu rumah warga runtuh.
Dari info yang diterima BPBD, ada 7 rumah warga yang akses jalannya terputus, dan 4 rumah warga yang terdampak longsor dan diketahui mengantung. Untuk saat ini warga ingin keluar masuk mengunakan jalan alternatif, saat ini juga telah di himbau oleh BPBD untuk pindah mengungsi sementara.
“Pemilik rumab warga yang terdampak di sekitar kejadian telah kita himbau untuk mengungsi sementara”, jelas Hendra.
Ia juga menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi ke pihak perumnas dan pihak pemerintah terkait kejadian ini”, tutupnya. (aa)