“Keluhan dugaan adanya kebocoran pipa tanki SPBU Kelurahan Pasar Kepahiang terus berlanjut. Saat ini masyarakat menunggu kapan dilakukan pembuktian”.
KEPAHIANGNEWS.COM – Dengan adanya dugaan sumur warga Kelurahan Pasar Kepahiang yang tercemar oleh minyak yang diduga berasal dari SPBU Pasar Kepahiang, nampaknya terus berlanjut.
Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Pasar Kepahiang Kecamatan Kepahiang Hermansyah mengatakan, ada sebanyak 27 sumur milik warga setempat yang tercemari oleh minyak. Diduga kuat memang tercemarnya sumur warga itu berasal dari minyak SPBU Pasar Kepahiang.
“Untuk sumur yang tercemar ada 27 sumur, diantaranya 14 sumur berada di RT 6 dan 13 sumur berada di RT 5. Karena nya dengan kondisi ini, kami meminta Pemkab Kepahiang untuk mengambil tindak tegas,” ungkapnya.
Selain itu menindaklanjuti pembuktian ada tidaknya kebocoran tangki SPBU Pasar Kepahiang itu. Pihaknya sudah meminta pihak SPBU untuk melakukan pengetesan secara manual terhadap kebocoran tangki. Namun pihak SPBU tidak menolak pembuktian secara manual, karena pembuktian harus sesuai SOP Pertamina. Agar tidak menimbulkan bahaya. Untuk saat ini tinggal menunggu saja kapan akan dilaksanakan pembuktiannya.
“Karena ingin mengetahui kejelasan soal ada tidaknya kebocoran, kami sepakati agar pihak SPBU melakukan pembuktian,” sampainya.
Sementara itu, berkenaan dengan 27 sumur warga yang sudah tercemar oleh minyak lanjut Hermansyah. Pihaknya meminta ada upaya dan solusi agar sumur yang sudah tercemar minyak bisa dibersihkan ataupun dikuras.
“Kami juga berharap ada solusi terhadap sumur warga yang sudah tercemar ini,” terangnya.
Disisi lain disampaikan Hermansyah, sejak tahun 2013 lalu juga pernah dilakukan uji lab untuk memastikan ada tidaknya pencemaran minyak dari SPBU. Hanya saja sampai saat ini, hasil uji lab nya tidak pernah diketahui masyarakat.
Selain itu tahun 2017 lalu, warga juga mengalami hal yang sama. Namun pihak SPBU sempat membuatkan 2 sumur bor warga yang sumurnya tercemar minyak.
“Jika memang tidak ada penyelesaiannya, dan terus merugikan masyarakat setempat. Lebih baik ditutup saja SPBU itu. Tapi kita akan lihat dulu hasil dari pembuktian nanti,” singkatnya. (aa)






