Ada 32 Titik Usaha Walet Di Kepahiang, Hanya 7 Usaha Taat Pajak PAD

“Miris, Dari 32 Titik Usaha Walet hanya 7 Yang Aktif Bayar Pajak Ke Pemerintah Daerah”

 KEPAHIANGNEWS.COM – Ada 32 titik usaha walet di Kabupaten Kepahiang yang
terdata oleh Badan Keuangan Daerah (BKD. Mirisnya hanya 7 titik saja
yang rutin melakukan pembayaran pajak untuk PAD di Kabupaten Kepahiang sejak
beberapa tahun belakangan ini.

Kepala BKD Kepahiang Jono Antoni SSos MM melalui Kabid
Pendapatan Amarullah Muttaqin SE mengatakan, harus diakui memang saat ini masih
sekitar 70 persen lebih usaha walet yang belum menghasilkan PAD untuk
Kepahiang. Hal itu dikarenakan, beberapa alasannya lantaran pemilik usaha walet
belum mendapatkan keuntungan dari usaha walet yang dikelolanya. Sehingga
dikatakan Amar, pihaknya belum bisa menetapkan berapa pajak yang harus
diserahkan untuk PAD.

“Secara aturan pajak walet itu sebesar 10 persen dari
keuntungan yang didapat. Jadi jika belum ada penghasilan, bagaimana kita mau
meminta pajaknya. Akan tetapi setahu saya, penghasilan dari usaha walet itu
cukup menjanjikan,” terangnya.

Karena nya dikatakan Amarullah, menyikapi alasan yang
disampaikan pera pengusaha walet. Pihaknya akan memberlakukan dan mengenakan
pajak PBB saja untuk bangunan gedung walet yang tersebar di Kabupaten Kepahiang.

“Karena baru 7 usaha walet saja yang memang selalu
bayar pajak setiap tahun, kita upayakan ada pengenaan pajak pada sisi lainnya,
seperti pajak PBB. Karena jika satu gedung saja pajaknya sampai Rp 500 ribu
saya pikir capaian PAD kita juga akan terus bertambah,” sampainya.

Sementara itu dijelaskan Amarullah, sebenarnya capaian PAD
pada sektor pajak sarang walet selalu tercapai setiap tahun. Karena target PAD
yang ditetapkan pada sektor itu terbilang kecil, hanya Rp 10 juta sampai 12
juta saja hingga tahun ini. Sementara yang didapat biasanya melebihi target,
dari 7 usaha walet saja yang aktif bayar pajak.

READ  Jalan Lintas Sering Terendam Banjir, Masyarakat Berharap Ada Perbaikan

“Bayangkan
jika 32 usaha walet di Kepahiang aktif bayar pajak semuanya. Berapa PAD yang
masuk untuk kita. Karena nya untuk kedepannya, kita akan targetkan secara
optimal agar sektor pajak walet ini bisa menjadi potensi pajak yang menjanjikan
di Kepahiang. Bahkan untuk saat ini, kita juga sedang berupaya melakukan
peninjauan terhadap berapa banyak lagi usaha walet di Kepahiang. Karena jumlah
usaha walet di Kepahiang berpotensi bertambah lagi seiring peninjauan yang kami
lakukan,” tutupnya. (aa)