Konsumsi Jamaah Haji Indonesia Di Tanah Suci Disuguhkan Khas Masakan Nusantara

KEPAHIANGNEWS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan persiapan demi penyelenggaraan ibadah Haji tahun 2022 sukses. Selain dari pelayanan transportasi, pelayanan administrasi, fasilitas dan yang lainnya, Kemenag juga mempersiapkan pelayanan akomodasi yang didalamnya termasuk konsumsi yang aman dan sehat. Terkait pelayanan konsumsi, pihak Kementrian meminta makanan yang disuguhkan kepada para jemaah haji Indonesia merupakan makanan khas nusantara dengan bumbu dari Indonesia. 

“Kementeian tetap menyarankan makanan yang dikonsumsi jamaah haji indonesia selama di Tanah Suci adalah makanan yang bercita rasa nusantara agar dapat menyesuaikan selera dan kondisi pencernaan jamaah yang terbiasa dengan makanan khas nusantara,” ungkap Kasi PHU Kemenag Kabupaten Kepahiang Zulfakar Alamsyah, S.Ag.

Ia menambahkan, Kemenag pusat menjelaskan bahwa kesehatan makanan jamaah selama di tanah suci perlu diperhatikan. Sebab, asupan gizi yang baik dapat menunjang kesehatan jamaah sehingga bisa beribadah dengan khusyuk.
“Terkait makanan khas nusantara ini, Kememterian juga sudah mengimbau katering di Tanah Suci untuk menggunakan bahan dan bumbu dari tanah air agar cita rasa masakannya tidak banyak berubah,” lanjutnya 
Dikutip dari laman Kemenag. “Terkadang makanan yang dikonsumsi jamaah sudah cukup kandungan gizinya. Namun distribusi makanan mungkin saja tidak tepat waktu sehingga makanan yang harusnya sehat menjadi kurang sehat dan ini perlu diperhatikan,” imbuhnya.
Oleh karenanya untuk memastikan ini semua, Kemenag menyiapkan Nota Kesepahaman dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang siap melakukan pengecekan pangan jamaah agar sesuai dengan aturan kesehatan yang baik bagi para jamaah. 
Terkait konsumsi, pada musim haji tahun 2022 ini, para jamaah haji akan mendapatkan pelayanan konsumsi atau makan sebanyak maksimal 119 kali. Jumlah ini terdiri atas 75 kali layanan konsumsi selama di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna (termasuk 1 paket snack Muzdalifah), dan satu 1 makan di Bandara Jeddah saat kedatangan/ kepulangan jamaah.
Maka dari itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepahaing, H. Lukman, S.Ag. MH melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Zulfakar Alamsyah, S.Ag, mengharapkan, agar para jamaah haji Kabupaten Kepahiang khususnya, untuk tidak usah membawa barang-barang makanan terlalu berlebihan. Ia menganjurkan untuk fokus kepada menjaga Kesehatan dan mempelajari buku panduan manasik haji yang dibagikan Kementerian Agama Kab Kepahiang, sehingga meraih haji mabrur”, tambah Zulfakar.(aa)
READ  Pemkab Kepahiang Segera Salurkan BLT-BBM Sebayak Rp 2,2 Miliar Melalui Bank