Hati-hati Sapi Kepahiang Positif Terindikasi Virus PMK,

KEPAHIANGNEWS.COM – Lima ekor sapi di Kabupaten Kepahiang, saat ini dinyatakan positif terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal ini sidampaikan Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kepahiang, Hernawan, S.P melalui Kabid Peternakan Kepahiang, Razikin, S.PI menyampaikan, kronologis kejadian bermula dari laporan masyarakat bahwa terdapat gejala pada sapi tersebut, kemudian langsung dilakukan kunjungan, pemeriksaan dengan memberikan pengobatan daya tahan tubuh dan penyuntikan antibiotik. 

“Ya, setelah dilakukan penyuntikan pertama pada waktu itu belum ada pernyataan bahwa belum ada hasil dari pemeriksaan laboratorium apakah terjangkit penyakit PMK atau belum,  setelah mendapatkan hasil uji laboratorium pipet dari Lampung beberapa hari lalu dinyatakan bahwa 5 olekor sapi warga Desa Tangsi Baru tersebut dinyatakan positif PMK,” ujarnya.
Lanjutnya, bahwa sapi tersebut diduga terjangkit dari virus yang ditularkan dari Provinsi tetangga. Sebab sebelumnya, warga setempat pernah membeli kambing di Lubuk Linggau, setelah tiga hari kemudian baru timbul gejala pada sapi tersebut dengan mengeluarkan air liur cukupbanyak dan susah untuk makan. Saat ini pihaknya melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit PMK di Kepahiang ini. Selain pengobatan sapi yang telah terjangkit, sapi tersebut tidak diperbolehkan keluar dari kandang. 
“Untuk sapi yang terjangkit kami sudah rutin memberikan vitamin dan penyuntikan antibiotik. Selain itu, kualitas pakan juga harus ditingkatkan di lsisi lain kebersihan kandang dijaga dengan baik dengan rutin melakukan penyemprotan desinfektan,” tegasnya.
Adapun upaya untuk mengantisipasi semakin meluasnya penyebaran PMK di Kabupaten Keoahiang, pihaknya telah memberikan imbauan untuk peternak rutin melakukan pembersihan kandang. Selain itu peningkatan sanitasi kandang juga didorong dengan upaya penyemprotan dan pengurangan mobilitas, kami juga mendorong peternak untuk meningkatkan kehati-hatian dengan tidak mendatangkan sapi maupun pakan dari daerah lain.(aa)

READ  49 Pasangan Hidup Di Kabupaten Kepahiang Ikuti Sidang Isbat