Batas Waktu Hampir Habis, Calon Jamaah Haji Kepahiang Belum Di Vaksin Miningitis

KEPAHIANGNEWS.COM – Pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat ibadah ke tanah suci penting dilakukan. Bagaimanapun beribadah bersama ribuan orang dari penjuru dunia bisa meningkatkan risiko Anda untuk tertular penyakit. Seluruh peserta haji wajib memiliki Sertifikat Vaksin Internasional untuk menunjukkan bahwa mereka telah melakukan suntik vaksin meningitis. Ketahui betapa pentingnya mendapatkan vaksin meningitis sebelum melaksanalan ibadah haji.

Meningitis sampai sekarang masih menjadi ancaman untuk jamaah haji maupun umrah. Arab Saudi, adalah salah satu negara yang menjadi tempat berkembangnya penyakit miningitis meningokokus. Penyakit ini menyebabkan peradangan di selaput otak dan saraf tulang belakang.

Pada musim haji dan umrah, umat muslim dari seluruh penjuru datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah. Jamaah haji dan umrah banyak bertemu dengan berbagai orang dari negara luar, dan besar kemungkinan akan terjangkit penyakit tersebut.

Hal ini diduga menjadi penyebab maraknya kasus meningitis pada jemaah di Arab Saudi. Kasus meningitis pada jamaah haji Indonesia pernah terjadi pada tahun 1987, di mana saat itu terdapat 99 orang jamaah yang tertular meningitis dan 40 orang di antaranya meninggal dunia. Padahal agar bisa beribadah haji atau umrah dengan optimal, diperlukan kesehatan tubuh yang prima. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya penyakit meningitis meningokokus, setiap warga negara Indonesia yang ingin pergi ke Arab Saudi perlu melakukan suntik Miningitis”, ungkap Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kepahiang Zulfakar Alamsyah.

Ia juga mengatakan, “Untuk jamaah haji yang jumlahnya 112 orang di Kabupaten Kepahiang, yang siap diberangkatkan ke tanah suci. Sampai saat ini belum dilakukan Vaksin Miningitis. Karena dari pihak kesehatan, mengatakan belum adanya vaksin jenis tersebut di Kabupaten Kepahiang. Padahal dibulan maret 2022 ini, jamaah haji Kabupaten Kepahiang harus sudah di Vaksin Miningitis”, jelas Zulfakar.

READ  Tak Punya Gedung Sendiri, DPMD Kepahiang Minta Hibah Lahan Ke Pemprov Bengkulu

Untuk jamaah haji harus jauh – jauh hari sudah di Vaksin miningitis, 2 tahun sudah di vaksin minimal 2 minggu sebelum berangkat, agar imun atau kekebalan tubuhnya terbentuk jika berangkat ke tanah suci. 

Untuk koordinasi ke pihak Dinas Kesehatan Kepahiang sudah dilakukan. Tetapi Dinas Kesehatan Kepahiang, mengtakan belum adanya Vaksin jenis tersebut yang datang di Kabupaten Kepahiang. Ia berharap, agar Dinas Kesehatan untuk mensegerakan, Vaksin tersebut dan terus berkoordinasi ke pihak kesehatan pusat. Takutnya nanti jamaah haji kepahiang, gagal berangkat dengan belumnya di Vaksin, apabila sewaktu – waktu Pihak Arab Saudi sudah memperbolehkan Jamaah haji berangkat”, tambah Zulfakar.(aa)