Kepahiangnews.com-Kepahiang – Sungguh miris. Di tengah kemajuan Kabupaten Kepahiang dan berada dipusat kota, masih ada warga yang harus bertahan hidup di rumah yang tak layak disebut rumah.
Adalah Ibuk Fradilla Sandi (49), seorang ibu dua anak yang terpaksa tinggal di gubuk reyot bersama kedua buah hatinya. Dinding rumahnya hanya setengah pelupuh dan papan lapuk yang hampir roboh. Atap seng sudah berkarat dan bocor di mana-mana, ditambal plastik seadanya. Jika hujan turun, seisi rumah basah.
Sejak anak sulungnya masih kecil hingga kini sudah berumur 23 tahun, Fradilla tak pernah mampu memperbaiki rumah tersebut. Jangankan untuk membangun, untuk makan sehari-hari saja ia kesulitan.
“Jangankan ingin memperbaiki rumah, untuk makan saja susah,” lirih Fradilla saat dikunjungi Ustad Andi Hermasyah, Ketua Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Cabang Kepahiang.
Melihat kondisi yang memilukan itu, Ustad Andi Hermasyah pun mengajak para dermawan dan masyarakat Kepahiang yang memiliki rezeki lebih untuk terketuk hatinya membantu.
“Bagi masyarakat yang ingin menyisihkan rezekinya untuk Ibu Fradilla, bisa menyalurkan donasi melalui PWI LS. Nanti akan kami berikan langsung kepada beliau untuk membantu perekonomian dan memperbaiki tempat tinggalnya,” ajak Andi.
Kini, Ibu Fradilla hanya bisa berharap ada uluran tangan dermawan agar ia dan anak-anaknya bisa tinggal di rumah yang lebih layak dan tidak lagi kebasahan saat hujan.
Bagi yang ingin membantu bisa menghubungi PWI LS Cabang Kepahiang.
