Cegah Stunting dari Rumah, Babinsa Ajak Warga Tertik Perkuat Sanitasi dan Pola Makan Anak

Reporter: Chandra | Editor: Chandra

TNI Ajak Warga Perkuat Sanitasi dan Pola Makan Anak

Cegah Stunting dari Rumah, Babinsa Ajak Warga Tertik Perkuat Sanitasi dan Pola Makan Anak

 

KepahiangNews.com-Kepahiang – Mencegah stunting tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Justru, perhatian terhadap kebersihan lingkungan rumah dan makanan yang dikonsumsi anak setiap hari menjadi langkah sederhana yang sangat berarti.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Rembuk Stunting yang digelar di Desa Tertik, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, yang turut dihadiri Babinsa Koramil Bermani Ilir, Kopka Ahmad Oki.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa persoalan stunting bukan hanya berkaitan dengan tinggi dan berat badan anak. Lingkungan tempat tinggal, pola hidup bersih, sanitasi hingga kecukupan gizi juga memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Salah satu perhatian yang dibahas adalah pentingnya menjaga sanitasi lingkungan rumah, mulai dari ketersediaan tempat mandi, cuci, kakus (MCK), lokasi kandang hewan ternak hingga saluran pembuangan limbah rumah tangga.

Lingkungan yang bersih dan sehat dinilai menjadi benteng pertama keluarga dalam mencegah berbagai penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Tak kalah penting, warga juga diberikan pemahaman mengenai makanan sehat dan bergizi yang sebenarnya tidak harus mahal.

Masyarakat didorong untuk memanfaatkan bahan makanan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan, dengan tetap memperhatikan kandungan gizi, kebersihan dan keberagaman makanan.

Hal ini penting mengingat makanan siap saji dan makanan instan yang mudah ditemukan saat ini tidak selalu menjadi pilihan terbaik apabila dikonsumsi secara berlebihan. Anak-anak dalam masa pertumbuhan membutuhkan asupan bergizi dan beragam, termasuk sumber protein.

Kopka Ahmad Oki mengatakan, pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama dan dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kita mengajak masyarakat untuk tidak menganggap sepele kebersihan lingkungan dan makanan yang diberikan kepada anak. Tidak harus mahal, yang penting makanan itu sehat, bergizi dan sesuai kebutuhan anak,” ujar Kopka Ahmad Oki.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan MCK, mengatur tempat ternak agar tidak mencemari lingkungan, serta memastikan limbah rumah tangga tidak dibuang sembarangan merupakan bentuk nyata kepedulian orang tua terhadap kesehatan keluarga.

Ia juga mengingatkan agar orang tua lebih bijak dalam memilih makanan untuk anak.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Karena itu, apa yang mereka makan hari ini akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan mereka. Mari biasakan makanan sehat dan bergizi dari rumah,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong melalui keterangannya menegaskan bahwa jajaran TNI, khususnya Babinsa, akan terus mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanganan stunting di wilayah binaan.

“Babinsa merupakan bagian dari masyarakat dan selalu hadir dalam berbagai kegiatan yang menyangkut kepentingan warga. Termasuk dalam upaya pencegahan stunting, kita mendorong Babinsa untuk ikut memberikan edukasi dan mengajak masyarakat menjaga pola hidup bersih, memperhatikan sanitasi serta pemenuhan gizi anak,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan stunting membutuhkan kepedulian bersama. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, TNI-Polri, kader serta keluarga harus bergerak secara bersama-sama agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan optimal.

“Yang paling penting adalah kesadaran dari keluarga. Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan saat anak sudah mengalami masalah pertumbuhan, tetapi harus dimulai sejak dini, bahkan dari lingkungan rumah dan pola makan sehari-hari,” pungkasnya.

Kegiatan Rembuk Stunting di Desa Tertik tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa menjaga masa depan anak tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit.

Dari rumah yang bersih, makanan yang sehat dan perhatian orang tua, masa depan generasi Kepahiang sedang dipersiapkan.

Exit mobile version