<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kepahiang News</title>
	<atom:link href="https://www.kepahiangnews.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kepahiangnews.com</link>
	<description>News &#38; Entertainment</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Aug 2026 21:24:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-cropped-Salinan-dari-Kepahiang-News-4-1-32x32.png</url>
	<title>Kepahiang News</title>
	<link>https://www.kepahiangnews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepahiang Terjepit! Defisit Nyaris Rp100 Miliar, Rp266 Miliar Anggaran Terpangkas</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/kepahiang-terjepit-defisit-nyaris-rp100-miliar-rp266-miliar-anggaran-terpangkas.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/kepahiang-terjepit-defisit-nyaris-rp100-miliar-rp266-miliar-anggaran-terpangkas.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 21:22:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepahiang]]></category>
		<category><![CDATA[butuh tambah anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kepahiang alami defisit anggaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6962</guid>

					<description><![CDATA[KEPAHIANG, KEPAHIANGNEWS.COM – Keuangan Kabupaten Kepahiang tengah berada di titik yang tidak bisa dianggap enteng....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h5 data-pm-slice="1 1 []"></h5>
<p><strong><a href="https://www.kepahiangnews.com/2025/07/dorong-kemajuan-desa-bupati-bersama-wakil-bupati-sekda-dan-ketua-dprd-kepahiang-silahturahmi-ke-kemendes-pdtt.html">KEPAHIANG</a>, KEPAHIANGNEWS.COM</strong> – Keuangan Kabupaten Kepahiang tengah berada di titik yang tidak bisa dianggap enteng. Defisit APBD yang awalnya hanya sekitar <strong>Rp17 miliar</strong>, kini melonjak menjadi sekitar <strong>Rp89 miliar</strong> dan kembali bertambah sekitar Rp3 miliar untuk kebutuhan Siltap.</p>
<p>Jika ditotal, defisit <a href="https://www.kepahiangnews.com/2022/08/apbd-2022-tidak-mengalokasikan-anggaran-untuk-pelaksanaan-seleksi-atau-tahapan-rekrutmen-pppk.html">APBD Kabupaten Kepahiang</a> kini <strong>nyaris menyentuh Rp100 miliar</strong>.</p>
<p>Di saat yang sama, ruang fiskal daerah juga semakin terhimpit setelah anggaran Kabupaten Kepahiang disebut mengalami pengurangan hingga sekitar <strong>Rp266 miliar</strong>.</p>
<p>Kondisi ini terungkap dalam penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027, serta KUA Perubahan Anggaran (KUPA) dan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 antara Pemerintah Kabupaten Kepahiang dan DPRD Kabupaten Kepahiang.</p>
<p>Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepahiang, <strong>Bambang Asnadi,</strong> saat ditemui diruang kerjanya mengakui kondisi fiskal daerah saat ini sangat berat. <a href="https://www.kepahiangnews.com/2024/01/pencairan-40-persen-dana-hibah-pertama-tahun-2023-tak-dicairkan-ada-apa-dengan-kpu-kepahiang.html">Pemerintah daerah</a> bersama DPRD harus mencari langkah cepat agar tekanan terhadap APBD tidak semakin dalam.</p>
<p>“Awalnya defisit kita sekitar Rp17 miliar. Kemudian meningkat menjadi Rp89 miliar, dan terakhir bertambah lagi sekitar Rp3 miliar untuk kebutuhan Siltap. Jadi total defisit kita kurang lebih sudah mendekati Rp100 miliar,” ujar Bambang.</p>
<p>Menurut Bambang, persoalan tersebut tidak bisa hanya diselesaikan dengan memangkas satu atau dua kegiatan. Efisiensi harus dilakukan secara menyeluruh, terutama terhadap belanja yang masih memungkinkan untuk ditekan.</p>
<p>Salah satu yang berpotensi terkena dampak adalah anggaran perjalanan dinas.</p>
<p>“Pemerintah daerah dan DPRD harus berkomunikasi dengan baik. Kita harus melihat bagaimana bentuk efisiensi anggaran ini. Salah satunya kemungkinan perjalanan dinas, termasuk perjalanan dinas DPRD, juga akan kita pangkas,” tegasnya.</p>
<p>Meski demikian, Bambang belum menyebut berapa besar anggaran perjalanan dinas yang akan dipangkas.</p>
<p>Menurutnya, pembahasan lebih detail baru akan dilakukan setelah nota kesepakatan ditandatangani.</p>
<p>“Untuk besarannya belum kita tentukan. Nota kesepakatan baru ditandatangani hari ini. Setelah ini baru kita bahas lebih detail mana yang harus diefisiensi,” jelasnya.</p>
<p>Tekanan terhadap APBD Kepahiang semakin berat karena bukan hanya defisit yang membengkak. Pemerintah daerah juga menghadapi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.</p>
<p>Bambang menyebut, berdasarkan <strong>Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025</strong>, anggaran Kepahiang mengalami pengurangan sekitar <strong>Rp70,5 miliar</strong>.</p>
<p>Kemudian, pengurangan anggaran dari Kementerian Keuangan disebut mencapai sekitar <strong>Rp196 miliar</strong>.</p>
<p>Jika digabungkan, total pengurangan tersebut mencapai sekitar <strong>Rp266 miliar</strong>.</p>
<p>“Karena kita dipotong. Pertama berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 sekitar Rp70,5 miliar, kemudian dari Kementerian Keuangan sekitar Rp196 miliar. Jadi total anggaran APBD kita yang terpotong kurang lebih Rp266 miliar,” ungkapnya.</p>
<p>Angka tersebut tentu bukan kecil bagi Kabupaten Kepahiang yang memiliki kapasitas PAD relatif terbatas.</p>
<p>Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus berjalan dan tuntutan pelayanan publik yang tidak boleh berhenti, pemerintah daerah kini dihadapkan pada pilihan sulit: <strong>memangkas belanja atau mencari tambahan anggaran dari pemerintah pusat.</strong></p>
<p>DPRD Kepahiang bersama pemerintah daerah pun mendorong adanya tambahan anggaran atau <strong>top up dari pemerintah pusat</strong>.</p>
<p>Bambang menyebut, kebutuhan tambahan tersebut diperkirakan mencapai sekitar <strong>Rp300 miliar</strong> agar kondisi fiskal Kabupaten Kepahiang dapat kembali lebih sehat.</p>
<p>“Kita sudah berkomunikasi dengan Bupati, Sekda dan pihak terkait untuk menyampaikan kondisi ini ke pusat. Dengan PAD kita yang rendah, mau tidak mau harus ada top up atau bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, tambahan anggaran dari pusat sangat penting untuk memberikan ruang bagi Kabupaten Kepahiang agar tetap mampu menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Tanpa tambahan anggaran, efisiensi besar-besaran hampir tidak bisa dihindari.</p>
<p>Bambang tidak menutup kemungkinan efisiensi nantinya menyentuh berbagai lini pemerintahan.</p>
<p>Artinya, bukan hanya perjalanan dinas yang berpotensi dipangkas. Berbagai belanja lain juga akan dievaluasi untuk melihat mana yang benar-benar menjadi prioritas.</p>
<p>Bahkan, apabila kondisi fiskal semakin berat, sejumlah kebijakan terkait belanja pegawai juga berpotensi menjadi bahan pembahasan.</p>
<p>Namun, ia menegaskan seluruh opsi tersebut masih harus dikaji dengan matang agar efisiensi tidak sampai mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat.</p>
<p>“Kondisi fiskal kita sangat minim. Artinya harus ada gerakan yang cukup ekstrem kalau kondisi ini terus berjalan. Tapi kita tetap harus melihat kemampuan daerah dan jangan sampai pelayanan masyarakat terganggu,” ujarnya.</p>
<p>Kini, kondisi keuangan Kepahiang menjadi pekerjaan rumah besar bagi eksekutif dan legislatif.</p>
<p><strong>Defisit nyaris Rp100 miliar, anggaran terpangkas sekitar Rp266 miliar, sementara kebutuhan top up mencapai Rp300 miliar.</strong></p>
<p>Di tengah tekanan tersebut, masyarakat tentu menunggu satu hal: <strong>bagaimana pemerintah daerah mampu menyelamatkan APBD tanpa membuat pelayanan publik dan pembangunan ikut tersandera krisis fiskal.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/kepahiang-terjepit-defisit-nyaris-rp100-miliar-rp266-miliar-anggaran-terpangkas.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_20260811_041033.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah Berdinding Bambu, Atap Bocor Serta Lantai Tanah, PWI-LS Temukan Kisah Haru di Kepahiang dan Berikan Bantuan</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/rumah-berdinding-bambu-atap-bocor-serta-lantai-tanah-pwi-ls-temukan-kisah-haru-di-kepahiang-dan-berikan-bantuan.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/rumah-berdinding-bambu-atap-bocor-serta-lantai-tanah-pwi-ls-temukan-kisah-haru-di-kepahiang-dan-berikan-bantuan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 13:35:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[kepahiang]]></category>
		<category><![CDATA[PWI-LS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6958</guid>

					<description><![CDATA[Kepahiangnews.com-Kepahiang – Di balik hiruk-pikuk kehidupan masyarakat Kabupaten Kepahiang, masih ada keluarga yang setiap harinya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">
<p dir="ltr"><strong>Kepahiangnews.com-</strong><b><a href="https://www.kepahiangnews.com/2025/07/dorong-kemajuan-desa-bupati-bersama-wakil-bupati-sekda-dan-ketua-dprd-kepahiang-silahturahmi-ke-kemendes-pdtt.html">Kepahiang</a></b> – Di balik hiruk-pikuk kehidupan masyarakat Kabupaten Kepahiang, masih ada keluarga yang setiap harinya harus berjuang keras hanya untuk memenuhi kebutuhan makan dan bertahan di rumah yang jauh dari kata layak.</p>
<p>Kondisi tersebut ditemukan Perjuangan Walisongo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI-LS) Cabang Kepahiang saat melakukan penelusuran dan pemantauan terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan.<br />
Kali ini, perhatian PWI-LS tertuju kepada <b>Fradilla Sandy</b>, seorang ibu yang berstatus janda dan tinggal bersama anak perempuannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Kelurahan Pensiunan, Kecamatan Kepahiang.</p>
<p>Kondisi rumah yang ditempati ibu dan anak tersebut cukup memprihatinkan. Dinding rumah masih menggunakan pelupuh <a href="https://www.kepahiangnews.com/2023/08/cerita-singkat-asal-usul-sejarah-nama-desa-tebat-monok-kepahiang.html">bambu</a> yang sebagian telah lapuk dan berlubang. Lantai rumah pun masih berupa tanah.</p>
<p>Bukan hanya itu, bagian atap rumah juga mengalami kebocoran di sejumlah titik. Terpal dan plastik terpaksa dipasang untuk menutupi bagian atap yang rusak. Bahkan ketika hujan turun, air masih menetes masuk ke dalam rumah dan harus ditampung menggunakan baskom yang diletakkan di sejumlah sudut ruangan.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut secara langsung, Ketua PWI-LS Cabang Kepahiang, <b>Andy Hermansyah</b>, mengaku prihatin. Menurutnya, kondisi keluarga Fradilla menjadi gambaran bahwa masih ada masyarakat di sekitar yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.</p>
<p>&#8220;Kami datang bukan hanya untuk melihat kondisi rumahnya, tetapi juga ingin mengetahui langsung bagaimana perjuangan ibu ini bersama anaknya. Kondisinya memang sangat memprihatinkan, apalagi rumahnya bocor dan dindingnya sudah banyak yang lapuk,&#8221; ujar Andy.</p>
<p>Di tengah kondisi serba terbatas, Fradilla tetap berusaha menjalani kehidupan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membantu biaya sekolah anaknya, ia bekerja membantu di warung lontong atau warung sarapan pagi di kawasan Pasar Kepahiang.</p>
<p>Penghasilannya pun tidak besar. Dalam sehari, Fradilla hanya mendapatkan upah sekitar <b>Rp35 ribu hingga Rp40 ribu</b>.</p>
<p>Namun keterbatasan tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia tetap bekerja dan berusaha agar anak semata wayangnya tetap bisa bersekolah.</p>
<p>&#8220;Yang membuat kami tersentuh adalah semangat ibunya. Walaupun penghasilannya tidak seberapa dan kondisi rumah sangat terbatas, beliau tetap berusaha bekerja demi anaknya. Ini yang menurut kami perlu mendapat perhatian dari banyak pihak,&#8221; lanjut Andy.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, PWI-LS Cabang Kepahiang kemudian mendatangi langsung kediaman Fradilla dengan membawa bantuan berupa sejumlah perlengkapan rumah tangga serta bantuan uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga tersebut.</p>
<p>Dalam kunjungan itu, PWI-LS tidak sendiri. Turut hadir <b>Ketua Yayasan Amar Makruf Kepahiang, Ustadz Gusti Santoso</b>, Ketua BIPEKA yang diwakili <b>Ustazah Rini Puspita Sari</b>, serta Kasepuhan PWI-LS <b>Ustadz Ropiq</b>.</p>
<p>Ketua Yayasan Amar Makruf Kepahiang, <b>Ustadz Gusti Santoso</b>, mengatakan bantuan tersebut mungkin belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi keluarga Fradilla. Namun, menurutnya, kepedulian sekecil apa pun tetap memiliki arti bagi masyarakat yang sedang membutuhkan.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban ibu dan anaknya. Yang paling penting bukan seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana kita mau hadir dan peduli ketika melihat ada saudara kita yang sedang kesulitan,&#8221; ungkap Gusti Santoso.</p>
<p>Ia juga berharap kondisi keluarga Fradilla dapat menjadi perhatian bersama, sehingga ke depan ada lebih banyak pihak yang tergerak untuk membantu, khususnya dalam memperbaiki tempat tinggal yang saat ini masih sangat sederhana.</p>
<p>Sementara itu, Andy Hermansyah yang juga diketahui berprofesi sebagai guru di <b>SDIT Cahaya Robbani Kepahiang</b>, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari upaya PWI-LS untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan bantuan terkadang berada tidak jauh dari lingkungan sekitar. Hanya saja, kondisi mereka belum tentu diketahui banyak orang.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan tetapi kita tidak tahu. Karena itu kami akan terus berkeliling dan melihat langsung kondisi masyarakat. Kalau ada yang membutuhkan, sebisa mungkin kami bantu dan kami juga akan berusaha mengajak pihak lain untuk ikut peduli,&#8221; kata Andy.</p>
<p>Kunjungan tersebut pun menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan, masih ada perjuangan yang terus dijalani seorang ibu demi masa depan anaknya.</p>
<p>Di rumah sederhana berdinding bambu dan beratap bocor itu, Fradilla mungkin tidak memiliki banyak hal. Namun, ia tetap memiliki satu hal yang tidak ternilai: <b>semangat untuk terus berjuang agar anaknya bisa sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.</b></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/rumah-berdinding-bambu-atap-bocor-serta-lantai-tanah-pwi-ls-temukan-kisah-haru-di-kepahiang-dan-berikan-bantuan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_20260810_202306.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Kecemasan Menjadi Kelegaan, Jembatan Perintis Garuda Kini Jadi Akses Vital 1.000 Warga Pelabuhan Talang Liak</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/dari-kecemasan-menjadi-kelegaan-jembatan-perintis-garuda-kini-jadi-akses-vital-1-000-warga-pelabuhan-talang-liak.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/dari-kecemasan-menjadi-kelegaan-jembatan-perintis-garuda-kini-jadi-akses-vital-1-000-warga-pelabuhan-talang-liak.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 09:38:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0409/Rejang Lebong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6953</guid>

					<description><![CDATA[Kepahiangnews.com-Lebong – Penantian panjang masyarakat Desa Pelabuhan Talang Liak, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, akhirnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3></h3>
<p><b>Kepahiangnews.com-Lebong –</b> Penantian panjang masyarakat Desa Pelabuhan Talang Liak, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, akhirnya berbuah lega.</p>
<p><a href="https://www.kepahiangnews.com/2024/06/jembatan-penghubung-antar-desa-sidodadi-dan-kampung-bogor-kepahiang-menghawatirkan.html">Jembatan</a> Perintis Garuda yang selama ini dinantikan warga kini telah rampung 100 persen dan mulai dimanfaatkan sebagai akses penghubung utama masyarakat, Selasa (11/8/2026).</p>
<p>Kehadiran jembatan gantung sepanjang 70 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut menjadi angin segar bagi sekitar 350 kepala keluarga atau kurang lebih 1.000 jiwa yang selama ini mengandalkan jalur penyeberangan tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar bangunan yang membentang di atas sungai. Lebih dari itu, Jembatan Perintis Garuda menjadi penghubung antara rumah, sekolah, lahan pertanian, hingga berbagai fasilitas pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-6954" src="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260810-WA0035.jpg" alt="IMG 20260810 WA0035" width="1600" height="1200" title="Dari Kecemasan Menjadi Kelegaan, Jembatan Perintis Garuda Kini Jadi Akses Vital 1.000 Warga Pelabuhan Talang Liak 2" srcset="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260810-WA0035.jpg 1600w, https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260810-WA0035-768x576.jpg 768w, https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260810-WA0035-1536x1152.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Terlebih bagi para petani, keberadaan jembatan ini sangat berarti. Akses yang lebih aman dan mudah membuat warga dapat menuju lahan pertanian sekaligus membawa hasil kebun untuk dibawa pulang maupun dipasarkan.</p>
<p>Sebelum jembatan baru ini selesai dibangun, masyarakat harus menghadapi kondisi jembatan lama yang rusak dan tidak lagi mampu memberikan rasa aman, terutama ketika hujan deras mengguyur dan debit sungai meningkat.</p>
<p>Situasi tersebut tak jarang membuat aktivitas warga terganggu. Anak-anak yang hendak berangkat sekolah, petani menuju kebun, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan harus lebih berhati-hati saat melintasi sungai.</p>
<p>Kini, kekhawatiran itu perlahan terjawab.</p>
<p>Jembatan baru yang kokoh membuat mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah. Warga pun dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman tanpa harus terlalu khawatir ketika hujan turun dan arus sungai mulai membesar.</p>
<p>Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, <a href="https://www.kepahiangnews.com/2025/01/dukung-program-1-juta-hektar-polres-bersama-pemkab-gelar-tanam-jagung-serentak.html">Prabowo Subianto</a>, yang dilaksanakan melalui Kodim 0409/Rejang Lebong.</p>
<p>Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses penghubung.</p>
<p>Menariknya, proses pembangunan jembatan ini juga tidak lepas dari semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.</p>
<p>Warga turut ambil bagian selama proses pengerjaan. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana pembangunan tidak hanya dikerjakan untuk masyarakat, tetapi juga melibatkan masyarakat.</p>
<p>Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, <strong>Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr., Opsla</strong>, menyampaikan bahwa rampungnya pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan jembatan diharapkan mampu mendukung berbagai aktivitas warga, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, pertanian hingga kebutuhan sosial masyarakat.</p>
<p>“Jembatan ini bukan hanya menjadi akses penghubung, tetapi diharapkan dapat membantu meningkatkan aktivitas dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Dengan rampungnya Jembatan Perintis Garuda, masyarakat Desa Pelabuhan Talang Liak kini memiliki akses yang lebih aman dan mudah.</p>
<p>Bagi warga, selesainya jembatan tersebut bukan hanya menandai berakhirnya sebuah pembangunan, tetapi juga menjadi awal dari harapan baru, agar aktivitas sehari-hari, pendidikan anak-anak, hingga roda perekonomian masyarakat dapat berjalan lebih lancar tanpa lagi dihantui persoalan akses ketika sungai kembali meluap.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/dari-kecemasan-menjadi-kelegaan-jembatan-perintis-garuda-kini-jadi-akses-vital-1-000-warga-pelabuhan-talang-liak.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260810-WA0039.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>341 KK Kini Bisa Bernapas Lega, Jembatan Perintis Garuda di Tik Sirong Rampung 100 Persen</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/341-kk-kini-bisa-bernapas-lega-jembatan-perintis-garuda-di-tik-sirong-rampung-100-persen.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/341-kk-kini-bisa-bernapas-lega-jembatan-perintis-garuda-di-tik-sirong-rampung-100-persen.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 12:29:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0409/Rejang Lebong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6948</guid>

					<description><![CDATA[Kepahiangnews.com-Lebong – Penantian panjang masyarakat Desa Tik Sirong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, akhirnya berbuah lega....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3></h3>
<p><strong>Kepahiangnews.com-Lebong –</strong> Penantian panjang masyarakat Desa Tik Sirong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, akhirnya berbuah lega.</p>
<p><a href="https://www.kepahiangnews.com/2024/06/jembatan-penghubung-antar-desa-sidodadi-dan-kampung-bogor-kepahiang-menghawatirkan.html">Jembatan</a> Perintis Garuda yang selama ini dinantikan warga kini telah rampung 100 persen dan resmi dapat dimanfaatkan sebagai akses penghubung utama masyarakat. Kehadiran jembatan baru ini menjadi kabar bahagia, terutama bagi warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi ancaman terputusnya akses setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.</p>
<p>Jembatan tersebut rampung dan mulai dapat dimanfaatkan masyarakat pada Sabtu (08/08/2026).</p>
<p>Dengan panjang 5 meter dan lebar 5 meter, jembatan ini menjadi akses penting bagi <strong>341 kepala keluarga atau sekitar 1.191 jiwa</strong> di Desa Tik Sirong.</p>
<p>Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar bangunan penghubung. Lebih dari itu, jembatan menjadi jalan bagi warga untuk mencari nafkah, anak-anak pergi ke sekolah, hingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.</p>
<p>Terlebih bagi para petani, akses tersebut sangat vital. Setiap hari mereka menggunakan jalur ini untuk menuju kebun maupun mengangkut hasil pertanian.</p>
<p>Sebelum jembatan baru dibangun, warga harus menghadapi kondisi berbeda. Jembatan lama kerap mengalami kerusakan akibat derasnya arus sungai, terutama saat musim hujan. Tak jarang akses transportasi warga terputus dan aktivitas masyarakat ikut lumpuh.</p>
<p>Hasil pertanian sulit diangkut, anak-anak terkendala pergi ke sekolah dan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan pun harus mencari jalur alternatif.</p>
<p>Kini, kekhawatiran tersebut perlahan menjadi cerita masa lalu.</p>
<p>Jembatan Perintis Garuda hadir dengan konstruksi yang lebih kokoh, memberikan rasa aman sekaligus membuka kembali akses mobilitas masyarakat Desa Tik Sirong.</p>
<p>Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, <strong><a href="https://www.kepahiangnews.com/2025/01/dukung-program-1-juta-hektar-polres-bersama-pemkab-gelar-tanam-jagung-serentak.html">Prabowo Subianto</a></strong>, yang dilaksanakan melalui <strong>Kodim 0409/Rejang Lebong</strong>. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah bersama TNI dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses.</p>
<p>Menariknya, pembangunan jembatan juga menjadi gambaran nyata kuatnya semangat <strong>kemanunggalan TNI dengan rakyat</strong>.</p>
<p>Dalam prosesnya, prajurit TNI bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan. Gotong royong menjadi kekuatan tersendiri hingga akhirnya jembatan yang dinanti-nantikan warga tersebut dapat berdiri dan digunakan.</p>
<p>Bagi masyarakat, selesainya jembatan ini tentu bukan hanya soal selesainya sebuah proyek. Ada harapan baru yang ikut terbuka.</p>
<p>Akses yang lebih aman diharapkan membuat hasil pertanian warga lebih mudah dibawa keluar, aktivitas ekonomi semakin lancar dan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah.</p>
<p>Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, <strong>Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla</strong>, mengatakan rampungnya Jembatan Perintis Garuda di Desa Tik Sirong diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Dengan terbukanya kembali akses tersebut, distribusi hasil pertanian diharapkan semakin lancar, mobilitas warga meningkat dan berbagai aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih baik.</p>
<p>“Dengan adanya jembatan ini, kita berharap akses masyarakat semakin mudah, distribusi hasil pertanian semakin lancar dan perekonomian warga terus tumbuh,” demikian harapan Dandim.</p>
<p>Kini, bagi warga Tik Sirong, sebuah jembatan telah membawa arti yang jauh lebih besar. Ia bukan hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menghubungkan <strong>harapan, aktivitas, dan masa depan masyarakat</strong> yang selama ini menanti akses yang aman dan layak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/341-kk-kini-bisa-bernapas-lega-jembatan-perintis-garuda-di-tik-sirong-rampung-100-persen.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260808-WA0006.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Armco Desa Pahlawan Rampung 100 Persen, Asa Baru 540 Warga Kini Jadi Kenyataan</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/jembatan-armco-desa-pahlawan-rampung-100-persen-asa-baru-540-warga-kini-jadi-kenyataan.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/jembatan-armco-desa-pahlawan-rampung-100-persen-asa-baru-540-warga-kini-jadi-kenyataan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 06:24:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Rejang Lebong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0409/Rejang Lebong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6943</guid>

					<description><![CDATA[Kepahiangnews.com-Rejang Lebong – Penantian panjang masyarakat Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []">
<p><strong>Kepahiangnews.com-Rejang Lebong –</strong> Penantian panjang masyarakat Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya berbuah manis. <a href="https://www.kepahiangnews.com/2024/06/jembatan-penghubung-antar-desa-sidodadi-dan-kampung-bogor-kepahiang-menghawatirkan.html">Jembatan</a> Armco yang selama ini dinantikan telah rampung 100 persen dan mulai resmi difungsikan pada Jumat (7/8/2026). Kehadiran jembatan ini menjadi kabar gembira sekaligus membawa harapan baru bagi ratusan warga yang selama ini kesulitan melintasi sungai, terutama saat musim hujan.</p>
<p>Jembatan sepanjang 14 meter dengan lebar 5 meter tersebut kini menjadi akses utama yang menghubungkan aktivitas masyarakat. Sedikitnya 180 kepala keluarga atau sekitar 540 jiwa merasakan langsung manfaatnya, khususnya para petani yang setiap hari menggantungkan hidup dari hasil kebun dan lahan pertanian.</p>
<p>Sebelum jembatan dibangun, warga harus bertaruh dengan kondisi sungai yang kerap meluap. Tidak sedikit aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat terhambat akibat sulitnya akses penyeberangan. Kini, hasil panen dapat diangkut dengan lebih cepat, anak-anak dan warga dapat melintas dengan aman, serta roda perekonomian desa diharapkan semakin bergeliat.</p>
<p>Pembangunan Jembatan Armco ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Republik Indonesia, <a href="https://www.kepahiangnews.com/2025/01/dukung-program-1-juta-hektar-polres-bersama-pemkab-gelar-tanam-jagung-serentak.html">Prabowo Subianto</a>, yang dilaksanakan melalui Kodim 0409/Rejang Lebong sebagai bentuk komitmen pemerintah menghadirkan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa.</p>
<p>Keberhasilan pembangunan jembatan tersebut juga menjadi bukti kuatnya semangat kemanunggalan TNI bersama rakyat. Sejak awal pembangunan, prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan, sehingga jembatan dapat diselesaikan tepat waktu dan kini bisa langsung dimanfaatkan oleh warga.</p>
<p>Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, mengatakan rampungnya Jembatan Armco di Desa Pahlawan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Dengan selesainya pembangunan Jembatan Armco ini, kami berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan efisien, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Semoga keberadaan jembatan ini menjadi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi yang akan datang,&#8221; ujar Dandim.</p>
<p>Hadirnya Jembatan Armco menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat akan memberikan dampak besar bagi kehidupan warga. Kini, masyarakat Desa Pahlawan tidak hanya memiliki akses yang lebih aman dan nyaman, tetapi juga optimisme baru untuk meningkatkan produktivitas serta taraf hidup melalui konektivitas yang semakin baik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/jembatan-armco-desa-pahlawan-rampung-100-persen-asa-baru-540-warga-kini-jadi-kenyataan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260807-WA0023.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kodim 0409 Hadirkan Air Bersih untuk Warga Kepahiang, Pembangunan Sumur Bor Capai 75 Persen</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/kodim-0409-hadirkan-air-bersih-untuk-warga-kepahiang-pembangunan-sumur-bor-capai-75-persen.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/kodim-0409-hadirkan-air-bersih-untuk-warga-kepahiang-pembangunan-sumur-bor-capai-75-persen.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 06:15:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepahiang]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0409/Rejang Lebong]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur Bor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6939</guid>

					<description><![CDATA[Kepahiangnews.com-Kepahiang – Harapan puluhan warga Desa Taba Saling, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, untuk menikmati...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []">
<p><strong>Kepahiangnews.com-Kepahiang –</strong> Harapan puluhan warga Desa Taba Saling, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, untuk menikmati akses air bersih yang layak kini semakin dekat menjadi kenyataan. <a href="https://www.kepahiangnews.com/2023/05/desa-taba-tebelet-kepahiang-bangun-460-meter-jalan-telford-dari-dd.html">Program pembangunan</a> sumur bor yang dikerjakan Kodim 0409/Rejang Lebong terus menunjukkan perkembangan positif dan saat ini telah mencapai sekitar 75 persen.</p>
<p>Pembangunan sumur bor tersebut menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Setelah selesai dibangun, fasilitas ini akan melayani sedikitnya 30 kepala keluarga (KK) yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.</p>
<p>Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan warga.</p>
<p>&#8220;Progres pembangunan sumur bor di Desa Taba Saling saat ini telah mencapai sekitar 75 persen. Kami terus mengoptimalkan pengerjaan agar dapat selesai sesuai target sehingga masyarakat segera bisa menikmati manfaatnya,&#8221; ujar Dandim.</p>
<p>Ia menjelaskan, keberadaan sumur bor ini diharapkan mampu mengatasi persoalan kekurangan air bersih yang selama ini menjadi keluhan warga. Saat musim kemarau tiba, banyak masyarakat kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga kebutuhan sanitasi.</p>
<p>Menurut Dandim, air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sangat menentukan kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, TNI melalui Kodim 0409/Rejang Lebong terus berupaya mendukung program-program yang langsung menyentuh kepentingan rakyat.</p>
<p>&#8220;Pembangunan sumur bor ini bukan hanya menghadirkan sumber air bersih, tetapi juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap setelah selesai nanti masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus menjaga fasilitas ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kehadiran sumur bor tersebut diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan warga Desa Taba Saling yang selama ini mendambakan sumber air bersih yang mudah dijangkau, aman, dan berkelanjutan. Jika seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, dalam waktu dekat puluhan keluarga akan segera merasakan manfaat dari program kemanusiaan yang dihadirkan Kodim 0409/Rejang Lebong tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/kodim-0409-hadirkan-air-bersih-untuk-warga-kepahiang-pembangunan-sumur-bor-capai-75-persen.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_20260807_131223.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Detik-detik Akhir! 98,8 Persen Rampung, Jembatan Impian Warga Desa Pahlawan Segera Difungsikan</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/detik-detik-akhir-988-persen-rampung-jembatan-impian-warga-desa-pahlawan-segera-difungsikan.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/detik-detik-akhir-988-persen-rampung-jembatan-impian-warga-desa-pahlawan-segera-difungsikan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 06:07:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Rejang Lebong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0409/Rejang Lebong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6933</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Kepahiangnews.com-Rejang Lebong – Penantian panjang warga Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kepahiangnews.com-Rejang Lebong –</strong> Penantian panjang warga Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya berbuah manis. Pembangunan <a href="https://www.kepahiangnews.com/2024/06/jembatan-penghubung-antar-desa-sidodadi-dan-kampung-bogor-kepahiang-menghawatirkan.html">Jembatan</a> ARMCO yang menjadi urat nadi baru warga, kini memasuki garis akhir.</p>
<p>Hingga Rabu (05/08/2026), progres fisik jembatan tersebut telah mencapai 98,8 persen. Tinggal selangkah lagi, impian warga untuk tak lagi terisolir saat musim hujan akan benar-benar terwujud.</p>
<p>Saat ini, sisa pekerjaan hanya tinggal finishing. Personel di lapangan fokus melakukan pengecatan pada pagar pelindung jembatan, pengacian pada bagian sayap atau yang dikenal warga dengan istilah “loneng”, serta pembersihan lingkungan sekitar jembatan agar indah dan siap dilintasi.</p>
<p>Jembatan dengan bentang 14 meter dan lebar 5 meter ini bukan sekadar bangunan baja. Bagi warga, jembatan ini adalah harapan. Jembatan ini akan menghubungkan Dusun II dan Dusun III yang selama ini terpisah, serta menjadi akses utama bagi para pelajar yang berangkat sekolah dan warga yang hendak berobat ke Puskesmas Pembantu (Pustu) atau Polindes Desa Pahlawan.</p>
<p>Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, menjelaskan, dipilihnya tipe jembatan ARMCO bukan tanpa alasan. Tipe ini dinilai paling efisien dan paling adaptif dengan kondisi geografis Desa Pahlawan.</p>
<p>“Jembatan Armco adalah jenis jembatan yang menggunakan gorong-gorong baja bergelombang sebagai fondasi atau struktur utamanya. Bentuknya setengah lingkaran yang ditanam dan ditimbun tanah di atasnya untuk dilintasi kendaraan,” ungkap Letkol Agung, Rabu (5/8/2026).</p>
<p>Nama ARMCO sendiri merupakan akronim dari American Rolling Mill Company, perusahaan pionir material baja bergelombang. Menurutnya, jembatan ini adalah solusi ideal untuk daerah 3T.</p>
<p>“Jenis jembatan ini sangat populer karena proses instalasinya yang cepat, biaya yang lebih ekonomis dibandingkan jembatan beton, serta mampu menahan beban berat karena bentuk lengkungannya menyebarkan tekanan dengan merata,” tegasnya.</p>
<p>Menariknya, proyek ini dibangun dengan semangat gotong royong. Sebanyak 6 personel TNI, 2 orang teknisi, dan 12 warga setempat bahu-membahu di lokasi. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kunci percepatan pengerjaan.</p>
<p>“Di Indonesia, jembatan ini sangat sering digunakan dalam <a href="https://www.kepahiangnews.com/2023/05/desa-taba-tebelet-kepahiang-bangun-460-meter-jalan-telford-dari-dd.html">program pembangunan</a> infrastruktur pedesaan dan daerah terpencil oleh TNI untuk membuka akses jalan yang terputus, melancarkan distribusi hasil pertanian, dan menghubungkan antar desa,” pungkas Letkol Agung.</p>
<p>Dengan rampungnya jembatan ini, Kodim 0409/Rejang Lebong bersama Pemkab Rejang Lebong menargetkan tiga dampak besar akan langsung dirasakan warga, yakni konektivitas antar dusun yang lancar, perputaran ekonomi warga yang meningkat, serta akses pelayanan kesehatan yang tak lagi terhambat.</p>
<h4>Ini menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui TNI dalam menjawab kebutuhan paling dasar masyarakat di pelosok desa.</h4>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/detik-detik-akhir-988-persen-rampung-jembatan-impian-warga-desa-pahlawan-segera-difungsikan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260805-WA0058-scaled.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>45 Persen Rampung! Jalan Baru Penyelamat Warga Talang Ratu dari Longsor Dikebut TNI</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/45-persen-rampung-jalan-baru-penyelamat-warga-talang-ratu-dari-longsor-dikebut-tni.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/45-persen-rampung-jalan-baru-penyelamat-warga-talang-ratu-dari-longsor-dikebut-tni.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 05:53:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebong]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0409/Rejang Lebong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6927</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Kepahiangnews.com-Lebong – Kabar baik datang dari Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kepahiangnews.com-Lebong –</strong> Kabar baik datang dari Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong. Pembukaan badan jalan baru yang menjadi harapan warga untuk lepas dari ancaman longsor, terus dikebut pengerjaannya.</p>
<p>Memasuki hari keenam, progresnya sudah sangat signifikan. Dari total target sepanjang 900 meter, kini sudah terbuka sekitar 400 meter atau 45 persen.</p>
<p>Jalan baru ini bukan sekadar jalan biasa. Ini adalah jalur penyelamat. Selama ini, warga Talang Ratu harus mempertaruhkan nyawa melintasi ruas jalan Talang Ratu &#8211; Rimbo Pengadang yang kerap diterjang longsor saat musim hujan tiba. Dengan adanya jalur baru ini, warga nantinya tidak lagi dihantui rasa was-was saat akan keluar masuk desa.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-6930" src="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_20260806_125151.jpg" alt="Screenshot 20260806 125151" width="1080" height="481" title="45 Persen Rampung! Jalan Baru Penyelamat Warga Talang Ratu dari Longsor Dikebut TNI 4" srcset="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_20260806_125151.jpg 1080w, https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_20260806_125151-768x342.jpg 768w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Anggota Koramil 409-08/Rimbo Pengadang, Serda Ade Prima Jang Jaya mengatakan, pembukaan jalan ini adalah wujud nyata sinergi tanpa batas antara TNI, Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Lebong.</p>
<p>&#8220;TNI hanya bertugas melakukan pembukaan badan jalan. Setelah itu, pekerjaan lanjutan seperti pengerasan maupun pengaspalan akan dilaksanakan oleh Dinas PUTR Provinsi Bengkulu karena ruas jalan ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi,&#8221; kata Ade, Rabu (5/8/2026).</p>
<p>Ade memastikan, hingga hari ini semua proses berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jika cuaca terus bersahabat, pembukaan badan jalan ditargetkan tuntas dalam 40 hari ke depan.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga target penyelesaian dalam 40 hari dapat tercapai,&#8221; ujarnya penuh harap.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, ST, mengungkapkan, program Karya Bakti TNI ini merupakan kebijakan cerdas Gubernur Bengkulu untuk menekan biaya pembangunan.</p>
<p>Menurutnya, jika pembukaan badan jalan ini dikerjakan secara konvensional tanpa melibatkan TNI, anggaran yang dibutuhkan bisa membengkak hingga puluhan miliar rupiah.</p>
<p>&#8220;Pak Gubernur menggandeng TNI melalui Program Karya Bakti agar biaya pembukaan badan jalan dapat ditekan,&#8221; ujar Tejo.</p>
<p>Tejo menambahkan, pembukaan badan jalan ini ditargetkan rampung tahun ini dan akan langsung dilanjutkan dengan pekerjaan pengoralan sebagai lapis dasar sebelum diaspal.</p>
<p>&#8220;Kalau pekerjaannya selesai lebih cepat, akan langsung dilanjutkan pengaspalan. Namun jika belum memungkinkan, pengaspalan akan dilanjutkan pada tahun depan,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/45-persen-rampung-jalan-baru-penyelamat-warga-talang-ratu-dari-longsor-dikebut-tni.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_20260806_125131.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gotong Royong TNI dan Warga, Jembatan Gantung Garuda di Lebong Hampir Rampung</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/gotong-royong-tni-dan-warga-jembatan-gantung-garuda-di-lebong-hampir-rampung.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/gotong-royong-tni-dan-warga-jembatan-gantung-garuda-di-lebong-hampir-rampung.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 13:28:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lebong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 0409/Rejang Lebong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6922</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Kepahiangnews.com-Lebong – Harapan masyarakat Desa Pelabuhan Talang Liak, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong untuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kepahiangnews.com-Lebong</strong> – Harapan masyarakat Desa Pelabuhan Talang Liak, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong untuk memiliki akses penyeberangan yang aman dan layak kini semakin dekat menjadi kenyataan. Pembangunan <a href="https://www.kepahiangnews.com/2024/06/jembatan-penghubung-antar-desa-sidodadi-dan-kampung-bogor-kepahiang-menghawatirkan.html">Jembatan</a> Gantung Garuda yang digagas TNI melalui Kodim 0409/Rejang Lebong terus menunjukkan progres menggembirakan dan saat ini diperkirakan telah mencapai <strong>81 persen</strong>.</p>
<p>Tahapan pembangunan terus bergerak maju. Tiang penyangga di kedua sisi jembatan telah selesai dikerjakan dan berdiri kokoh. Saat ini, personel di lapangan mulai mempersiapkan pemasangan rangkaian besi yang akan menjadi struktur utama penghubung bentang jembatan.</p>
<p>Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, melalui Babinsa Koramil 409-02/Lebong Selatan, Serka Dodiansyah, mengatakan seluruh pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, pembangunan tiang penyangga di kedua sisi sudah selesai dan berdiri kokoh. Saat ini kami memasuki tahap persiapan pemasangan rangkaian besi sebelum dilanjutkan ke tahapan pekerjaan berikutnya,&#8221; ujar Serka Dodiansyah, Senin (3/8/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, setiap tahapan pembangunan dilakukan secara bertahap dan penuh ketelitian. Selain mengejar target penyelesaian, TNI juga memastikan jembatan yang dibangun memiliki kekuatan dan tingkat keamanan yang maksimal sehingga dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.</p>
<p>Sebelum proses pemasangan rangkaian besi dimulai, personel terlebih dahulu menyiapkan berbagai kebutuhan teknis agar seluruh material dapat terpasang sesuai spesifikasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan berlangsung efektif sekaligus meminimalkan kendala di lapangan.</p>
<p>&#8220;Saat ini kami fokus menyiapkan seluruh kebutuhan teknis agar pemasangan rangkaian besi dapat berjalan lancar sesuai rencana,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Di balik pesatnya progres pembangunan, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama. Warga Desa Pelabuhan Talang Liak secara sukarela ikut membantu proses pembangunan, mulai dari mengangkut material hingga mengerjakan berbagai pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing.</p>
<p>Kebersamaan itu menjadi bukti bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mendambakan akses penyeberangan yang lebih aman, cepat, dan mampu menunjang aktivitas sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Dukungan masyarakat menjadi penyemangat bagi personel di lapangan untuk terus bekerja sehingga jembatan ini segera dapat dimanfaatkan oleh warga,&#8221; pungkas Serka Dodiansyah.</p>
<p>Jika rampung nantinya, Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memberikan rasa aman bagi anak-anak sekolah maupun masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/gotong-royong-tni-dan-warga-jembatan-gantung-garuda-di-lebong-hampir-rampung.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-02-at-20.43.48-1.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dinsos Bergerak! Janda Penghuni Gubuk Reot di Kepahiang Diusulkan Masuk Penerima PKH dan BPNT</title>
		<link>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/dinsos-bergerak-janda-penghuni-gubuk-reot-di-kepahiang-diusulkan-masuk-penerima-pkh-dan-bpnt.html</link>
					<comments>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/dinsos-bergerak-janda-penghuni-gubuk-reot-di-kepahiang-diusulkan-masuk-penerima-pkh-dan-bpnt.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kepahiang News]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 08:45:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepahiang]]></category>
		<category><![CDATA[bansos]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kepahiangnews.com/?p=6918</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Kepahiangnews.com-Kepahiang – Kisah pilu masih menyelimuti kehidupan Fridilla Sandi (46), warga Kelurahan Pensiunan, Kecamatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kepahiangnews.com-Kepahiang –</strong> Kisah pilu masih menyelimuti kehidupan Fridilla Sandi (46), warga Kelurahan Pensiunan, Kecamatan Kepahiang. Di tengah keterbatasan ekonomi, janda yang membesarkan dua orang anak itu harus bertahan hidup di sebuah gubuk reot berukuran sekitar 2 x 3,5 meter.</p>
<p>Ironisnya, di balik kondisi yang memprihatinkan tersebut, Fridilla diketahui belum pernah menerima <a href="https://www.kepahiangnews.com/2024/06/dinsos-hadir-pemkab-kepahiang-berikan-bansos-korban-kebakaran.html">bantuan sosial</a> dari pemerintah, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kondisi ini pun menjadi perhatian berbagai pihak setelah kisahnya mencuat ke publik.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kepala <a href="https://www.kepahiangnews.com/2024/06/dinsos-kepahiang-bersama-bi-laksanakan-sosialisasi-dan-edukasi-bansos-non-tunai-ta-2024.html">Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang</a>, H. Helmi Johan, M.Pd, mengatakan pihaknya langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat. Selain memastikan kondisi Fridilla, Dinas Sosial juga menyerahkan bantuan kebutuhan pokok sebagai langkah awal penanganan.</p>
<p>&#8220;Kami sudah mendatangi warga tersebut dan memang benar merupakan warga Kabupaten Kepahiang. Saat ini kami melakukan pendataan. Berdasarkan data yang ada, yang bersangkutan baru terdaftar sebagai penerima PBI BPJS Kesehatan,&#8221; ujar Helmi, Selasa (4/8/2026).</p>
<p>Helmi menjelaskan, belum masuknya Fridilla sebagai penerima PKH maupun BPNT diduga karena posisi data kesejahteraannya masih berada pada Desil 5, sehingga belum memenuhi kriteria penerima bantuan sosial reguler.</p>
<p>Meski demikian, Dinas Sosial memastikan akan segera mengusulkan perubahan desil agar Fridilla dapat memperoleh haknya sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah.</p>
<p>&#8220;Kami akan mengusulkan perubahan desil agar yang bersangkutan bisa menerima bantuan sosial seperti PKH dan BPNT. Untuk bantuan perbaikan rumah atau bedah rumah, itu menjadi kewenangan <a href="https://www.kepahiangnews.com/2024/04/menjadi-keluhan-bertahun-tahun-bupati-kepahiang-ajak-pupr-provinsi-tinjau-jembatan-konak.html">Dinas PUPR</a>,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, upaya perbaikan tempat tinggal Fridilla juga masih menghadapi kendala. Berdasarkan hasil pendataan, lahan yang ditempati bukan merupakan milik pribadi, melainkan masih menumpang di atas tanah milik orang tuanya.</p>
<p>&#8220;Persoalan status kepemilikan tanah ini juga menjadi salah satu hal yang harus diselesaikan apabila nantinya akan diusulkan dalam program bedah rumah,&#8221; tutup Helmi.</p>
<p>Kini, harapan besar tertuju pada percepatan proses pendataan dan perubahan status data kesejahteraan Fridilla. Masyarakat pun berharap perempuan yang selama ini hidup dalam keterbatasan tersebut segera memperoleh bantuan yang layak, sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik bersama kedua anaknya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kepahiangnews.com/2026/08/dinsos-bergerak-janda-penghuni-gubuk-reot-di-kepahiang-diusulkan-masuk-penerima-pkh-dan-bpnt.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<media:content url="https://www.kepahiangnews.com/wp-content/uploads/2026/08/FB_IMG_1785818853088.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
