KepahiangNews.com-Kepahiang – Minggu siang (13/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, ketenangan warga Desa Meranti Jaya mendadak berubah menjadi kepanikan. Angin puting beliung menerjang permukiman warga dan mengamuk hingga menyebabkan lima rumah mengalami kerusakan, bahkan sebagian besar atap rumah warga berhamburan diterbangkan angin.
Lima rumah yang terdampak masing-masing milik Neng, Sunar, Priyanto, Rozali dan Saprudin.
Amukan angin tersebut tidak hanya merusak bagian atap. Dari lima rumah yang terdampak, tiga di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat, sementara bagian rumah lainnya juga mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang.
Warga yang berada di sekitar lokasi pun langsung bergerak. Tak menunggu lama, masyarakat bergotong royong membantu para korban membersihkan material rumah serta mengumpulkan atap dan bagian bangunan yang diterbangkan angin.
Salamun (40), warga Desa Meranti Jaya, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, angin datang secara tiba-tiba dan menerjang sejumlah rumah warga.
“Memang benar ada lima rumah warga yang terdampak. Atapnya banyak yang berhamburan karena diterbangkan angin,” ujar Salamun.
Pasca kejadian, warga langsung bergotong royong membantu memperbaiki rumah-rumah yang terdampak. Material bangunan yang berserakan juga mulai dikumpulkan agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Sementara itu, Aris (40), perangkat Desa Meranti Jaya, turut membenarkan adanya bencana angin puting beliung tersebut.
“Benar, saat ini lima rumah sedang diperbaiki bersama-sama. Atap yang berterbangan juga sedang dikumpulkan,” kata Aris.
Hingga Minggu siang, warga masih berjibaku memperbaiki rumah yang rusak. Semangat gotong royong pun terlihat di tengah warga, menjadi kekuatan tersendiri bagi para korban untuk kembali membenahi rumah mereka setelah diterjang angin puting beliung.
Kondisi kerusakan dan dampak lain akibat kejadian tersebut masih dalam penanganan serta pendataan di tingkat desa.
