Kepahiangnews.com-Kepahiang – Pemerintah Kabupaten Kepahiang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh sebagai fondasi pembangunan daerah. Hal itu mengemuka dalam pertemuan evaluasi tata kelola ketahanan pangan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yang membahas efektivitas program, dukungan anggaran, hingga strategi penguatan komoditas unggulan daerah.
Pertemuan yang berlangsung sebagai exit meeting tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana program ketahanan pangan telah berjalan, sekaligus memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pembahasan, BPKP menekankan pentingnya keselarasan antara perencanaan, pelaksanaan hingga hasil yang dicapai. Evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga pada akurasi data, ketepatan sasaran, serta manfaat yang dirasakan masyarakat sebagai penerima program.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepahiang, Dr. Hartono, S.Pd., S.H., M.Pd., M.H, mengatakan ketahanan pangan bukan sekadar persoalan ketersediaan bahan pangan, tetapi menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Ketika kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dengan baik, maka stabilitas ekonomi akan lebih terjaga, inflasi dapat dikendalikan, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus bergerak bersama, menyelaraskan program dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hartono.
Hartono juga mengakui bahwa kemampuan APBD Kabupaten Kepahiang masih memiliki keterbatasan untuk membiayai seluruh program strategis di sektor pangan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) agar aktif membangun sinergi dengan pemerintah pusat melalui berbagai program kementerian.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya menyasar sektor pertanian, tetapi juga ketahanan pangan, perikanan, kesehatan, hingga sektor pendukung lainnya yang memiliki keterkaitan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain persoalan pembiayaan, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa. Keselarasan kebijakan dinilai menjadi kunci agar seluruh program berjalan dalam satu arah dan mampu memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Di sektor pertanian, Kabupaten Kepahiang tetap menjadikan kopi dan sayur-sayuran sebagai komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Sementara itu, strategi penggunaan pupuk juga menjadi perhatian, termasuk mendorong pemanfaatan pupuk alternatif sebagai solusi menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Melalui evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Kepahiang berharap tata kelola ketahanan pangan semakin efektif, terukur, dan mampu mendukung terwujudnya daerah yang maju, mandiri, berdaya saing, serta masyarakat yang lebih sejahtera. Program yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga desa diyakini akan menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketersediaan pangan dan memperkuat perekonomian daerah di masa mendatang.
