Pengadaan Mobil Damkar Mental, Kepahiang Kini Berharap Belas Kasih Hibah DKI Jakarta!

Reporter: Chandra | Editor: Chandra

Pemkab Kepahiang Ajukan Permohonan Hibah Mobil Damkar DKI

Pengadaan Mobil Damkar Mental, Kepahiang Kini Berharap Belas Kasih Hibah DKI Jakarta!

KepahiangNews.com – Kepahiang – Nasib armada pemadam kebakaran atau Damkar Kabupaten Kepahiang kembali menjadi sorotan. Di tengah kebutuhan mendesak akan kendaraan operasional untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran, rencana pengadaan satu unit mobil Damkar yang sebelumnya diharapkan menjadi solusi justru belum terealisasi.

Ironisnya, Kabupaten Kepahiang hingga kini masih mengandalkan satu unit mobil Damkar untuk melayani kebutuhan penanganan kebakaran di seluruh wilayah kabupaten. Tak hanya terbatas dari sisi jumlah, kondisi armada yang tersedia pun disebut sudah rentan mengalami kerusakan.

Situasi ini tentu menjadi persoalan serius. Sebab, ketika api mulai membesar dan warga membutuhkan pertolongan secepatnya, kesiapan armada menjadi salah satu faktor penentu dalam upaya penyelamatan jiwa maupun harta benda.

Di tengah keterbatasan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang kini mencoba mencari jalan lain. Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP, secara resmi mengajukan proposal permohonan hibah alat pemadam kebakaran kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Langkah ini menjadi salah satu upaya Pemkab Kepahiang untuk menambah kekuatan armada Damkar, setelah kebutuhan kendaraan operasional di daerah masih belum terpenuhi secara optimal.

Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP, membenarkan bahwa proposal permohonan hibah armada dan peralatan Damkar tersebut telah disampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta.

“Iya, kita sudah mengajukan proposal permohonan hibah alat pemadam kebakaran ke Pemprov DKI Jakarta. Langkah ini kita tempuh untuk memperkuat armada Damkar kita di Kabupaten Kepahiang,” ujar Zurdi Nata.

Menurutnya, DKI Jakarta menjadi salah satu daerah yang berpotensi membantu kebutuhan armada Damkar melalui hibah kendaraan operasional yang masih layak digunakan. Karena itu, Pemkab Kepahiang berupaya memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran dan kondisi darurat lainnya.

Zurdi Nata berharap permohonan hibah itu dapat diakomodasi sehingga Kabupaten Kepahiang memiliki tambahan armada yang mampu menunjang pelayanan kepada masyarakat.

“Kebutuhan armada dan peralatan Damkar yang memadai sangat vital bagi keselamatan masyarakat. Kita berharap proposal ini bisa direalisasikan secepatnya oleh Pemprov DKI Jakarta, sehingga kesiapsiagaan personel di lapangan semakin maksimal,” tambahnya.

Keterbatasan armada Damkar bukan sekadar persoalan jumlah kendaraan, melainkan juga menyangkut kecepatan respons ketika musibah terjadi. Dengan wilayah pelayanan yang mencakup seluruh Kabupaten Kepahiang, satu unit kendaraan tentu menghadapi tantangan tersendiri, terlebih apabila terjadi kebakaran di lokasi berbeda dalam waktu bersamaan.

Jarak tempuh menuju wilayah pelosok, kondisi jalan, hingga kemungkinan gangguan teknis pada kendaraan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kecepatan penanganan di lapangan.

Pengajuan hibah ke Pemprov DKI Jakarta pun menjadi harapan baru bagi penguatan layanan Damkar di Kepahiang. Namun, selama usulan tersebut belum mendapat kepastian realisasi, persoalan keterbatasan armada masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius.

Masyarakat tentu berharap upaya penambahan armada tidak berhenti pada pengajuan proposal semata. Sebab, kesiapan Damkar merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga.

Kini, harapan itu berada di tangan Pemprov DKI Jakarta. Kepahiang membutuhkan tambahan armada yang memadai agar ketika musibah kebakaran datang, petugas tidak harus berpacu dengan waktu hanya bermodalkan kendaraan yang terbatas.

Exit mobile version