Kepahiangnews.com-Kepahiang – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kepahiang menyisakan pekerjaan rumah bagi dunia pendidikan. Pasalnya, sebanyak 13 sekolah negeri tercatat masih mengalami krisis peserta didik baru. Bahkan, ada sekolah yang hanya mampu menerima dua orang siswa untuk mengisi bangku kelas pada tahun ajaran baru ini.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Nining Fawely Pasju, kepada Kepahiangnews.com, Selasa (14/7/2026). Berdasarkan rekapitulasi laporan yang diterima dari seluruh kepala sekolah, terdapat 10 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 3 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang jumlah pendaftar barunya masih sangat minim.
Pada jenjang SD, kondisi paling memprihatinkan terjadi di SDN 08 Seberang Musi, SDN 06 Seberang Musi, dan SDN 08 Muara Kemumu, yang masing-masing hanya memperoleh 2 siswa baru.
Sementara itu, SDN 07 Kepahiang hanya menerima 5 siswa, sedangkan SDN Ujan Mas memperoleh 4 siswa baru.
Selain itu, SDN 20 Kepahiang, SDN 08 Ujan Mas, SDN 04 Merigi, SDN 02 Bermani Ilir, dan SDN 02 Seberang Musi juga mengalami kondisi serupa. Masing-masing sekolah tersebut hanya mampu menjaring 7 peserta didik baru untuk mengisi kelas satu.
Kondisi yang tak jauh berbeda juga terjadi di tingkat SMP. SMPN 3 Kabawetan hanya mendapatkan 5 siswa baru, SMPN 2 Bermani Ilir menjadi sekolah dengan jumlah paling sedikit karena hanya memperoleh 2 siswa, sedangkan SMPN 3 Ujan Mas menerima 10 siswa baru.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Nining Fawely Pasju, menjelaskan bahwa minimnya jumlah pendaftar di sejumlah sekolah negeri bukan terjadi tanpa sebab. Menurutnya, ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.
“Fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari banyaknya sekolah yang berdiri dalam satu wilayah, kecenderungan orang tua memilih sekolah swasta atau sekolah yang dianggap lebih favorit, hingga kondisi sarana dan prasarana di beberapa sekolah negeri yang masih perlu ditingkatkan,” jelas Nining.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari solusi terbaik agar pemerataan jumlah peserta didik di seluruh sekolah negeri dapat terwujud.
Selain melakukan pembenahan sarana dan prasarana, pihaknya juga akan mengkaji kembali pola pemerataan dan zonasi sekolah sehingga setiap anak di Kabupaten Kepahiang memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan yang berkualitas, tanpa adanya kesenjangan antar sekolah.
“Dengan evaluasi yang akan dilakukan, kami berharap seluruh sekolah negeri di Kabupaten Kepahiang dapat berkembang secara merata dan tetap menjadi pilihan masyarakat dalam menyekolahkan putra-putrinya,” tutup Nining.
