Kepahiangnews.com-Rejang Lebong – Harapan ratusan warga untuk memiliki akses penghubung yang aman dan layak akhirnya mulai terwujud. Pembangunan Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Kelurahan Simpang Nangka, Kecamatan Selupu Rejang, dengan Desa Kampung Baru resmi memasuki tahap pengerjaan, Selasa (9/6/2026).
Proyek yang masuk dalam Program Jembatan Merah Putih Tahap V dan VI Kodam II/Sriwijaya ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sarana transportasi yang lebih baik.
Sejak pagi, personel TNI bersama warga tampak bahu-membahu melakukan pembersihan lokasi pembangunan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan kembali terlihat, menandai dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan.
Jembatan tersebut akan dibangun menggunakan konstruksi beton dengan panjang 17 meter dan lebar 3 meter. Keberadaannya nanti tidak hanya menjadi akses utama masyarakat, tetapi juga jalur vital bagi anak-anak sekolah serta sarana penghubung antara Kelurahan Simpang Nangka dan Desa Kampung Baru.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla melalui Babinsa Kelurahan Simpang Nangka, Kopda Trispuja Kesuma mengatakan, saat ini pekerjaan masih berada pada tahap awal berupa pembersihan area dan persiapan lahan sebelum memasuki tahapan konstruksi utama.
“Untuk saat ini kami melaksanakan pembersihan lokasi pembangunan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar dan dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Kopda Trispuja.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat sekitar. Selama ini, warga harus melewati akses yang kurang memadai untuk beraktivitas, termasuk bagi para pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju sekolah.
Diperkirakan, keberadaan jembatan ini nantinya akan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 190 kepala keluarga atau lebih dari 760 jiwa yang bermukim di wilayah sekitar.
Tak hanya memperlancar mobilitas warga, jembatan tersebut juga diyakini akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akses transportasi yang lebih mudah akan mempercepat distribusi hasil pertanian, membuka peluang usaha, serta mempererat hubungan antarpermukiman yang selama ini terhambat kondisi infrastruktur.
“Ke depan, jembatan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta mempercepat akses antarwilayah,” tambahnya.
Program Jembatan Merah Putih sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di daerah.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Semangat kebersamaan yang terjalin di lokasi pembangunan menjadi bukti bahwa pembangunan daerah dapat terwujud melalui gotong royong dan kepedulian bersama.
Masyarakat pun berharap, setelah rampung nanti, Jembatan Merah Putih tidak hanya menjadi penghubung dua wilayah, tetapi juga menjadi urat nadi baru yang menggerakkan aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi warga di Simpang Nangka maupun Kampung Baru.
