Kepahiangnews.com-Kepahiang – Peresmian Koperasi Perkebunan Kopi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Serikat Petani Indonesia (SPI) di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kabawetan, Kamis (23/7/2026), menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kepahiang untuk menunjukkan potensi besarnya sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 3.000 petani dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu itu turut dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Produksi Kementerian Koperasi RI Alviandi Rusdi, jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Mewakili Bupati Kepahiang, Asisten II Setda Kepahiang Musi Dayan, S.Si., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan pemerintah pusat. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi perkebunan kopi dan peluang investasi yang dimiliki Kabupaten Kepahiang.
Dalam sambutannya, Musi Dayan mengaku sedikit menyayangkan karena rombongan Kementerian Koperasi RI tidak sempat bermalam di Kepahiang.
“Kami sebenarnya berharap bapak dan ibu dari Kementerian Koperasi bisa tinggal lebih lama di Kepahiang. Bukan hanya menghadiri acara, tetapi juga melihat langsung hamparan kebun kopi, menikmati udara sejuk, serta menyaksikan potensi besar yang kami miliki. Saya yakin, jika sudah mengenal Kepahiang lebih dekat, akan semakin banyak pihak yang tertarik berinvestasi dan ikut membangun daerah ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kabupaten Kepahiang memiliki modal besar untuk berkembang. Selain dikenal sebagai salah satu sentra kopi di Bengkulu, wilayah seluas 710,11 kilometer persegi ini memiliki kondisi alam yang sangat mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, dengan sekitar 27 persen wilayahnya masih berupa kawasan hutan yang menjaga keseimbangan ekosistem.
Menurut Musi Dayan, potensi tersebut harus dimanfaatkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, pelaku usaha, dan investor agar komoditas kopi Kepahiang tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
“Kami ingin kopi Kepahiang tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena industri pengolahannya berkembang di daerah sendiri. Jika investasi masuk, koperasi diperkuat, dan petani didampingi, maka nilai ekonomi kopi akan meningkat, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat ikut tumbuh,” kata Musi Dayan.
Ia menilai, peresmian Koperasi Perkebunan Kopi SPI selaras dengan semangat Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Melalui koperasi yang sehat dan profesional, petani diharapkan memperoleh akses lebih luas terhadap pembiayaan, teknologi, pemasaran, hingga kemitraan dengan dunia usaha.
Kehadiran koperasi, lanjutnya, tidak hanya menjadi tempat berhimpun para petani, tetapi juga menjadi motor penggerak hilirisasi komoditas kopi. Dengan demikian, hasil panen petani dapat diolah, dikemas, dipasarkan, bahkan menembus pasar ekspor dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang pun berharap kehadiran Kementerian Koperasi RI di Bumi Sehasen menjadi awal lahirnya berbagai program pemberdayaan, penguatan koperasi, serta investasi di sektor kopi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah, koperasi, petani, dan investor, Kepahiang optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Provinsi Bengkulu sekaligus menjadi contoh keberhasilan pengembangan ekonomi desa berbasis koperasi dan komoditas lokal.
