Diduga Ada Pelecehan Seksual Saat Seleksi Paskibraka, Dunia Pendidikan di Kepahiang Kembali Ternoda

Reporter: candra | Editor: candra

Seleksi Paskibraka Di Kepahiang Diduga Ada Pelecehan

Diduga Ada Pelecehan Seksual Saat Seleksi Paskibraka, Dunia Pendidikan di Kepahiang Kembali Ternoda

Kepahiangnews.com-Kepahiang – Dunia pendidikan dan institusi kepemudaan di Kabupaten Kepahiang kembali tercoreng. Muncul dugaan kuat adanya tindak pelecehan seksual yang terjadi saat proses seleksi dan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Peristiwa memilukan ini diduga dilakukan oleh senior terhadap junior. Ironisnya, para calon pengibar Sang Merah Putih yang seharusnya dibina karakter dan nasionalismenya, justru menjadi korban perlakuan tak senonoh di lingkungan seleksi itu sendiri.

Informasi yang dihimpun, kejadian tak sedap tersebut terjadi sekitar dua pekan lalu. Kabar buruk ini pun menyebar luas dan menjadi sorotan tajam publik. Yang mengejutkan, dugaan tindakan asusila ini disebut terjadi tidak hanya sekali, melainkan berulang hingga dua kali.

Hingga saat ini, publik menuntut kejelasan karena belum ada penyelesaian konkret dari pihak internal.

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kepahiang, Riki Agung Putra Yoto, saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan informasi tersebut. Namun, pihaknya mengaku masih dalam tahap verifikasi data.

“Kita sudah dengar kabar tersebut, namun kita belum pastikan kebenarannya. Hari ini kita akan panggil kedua keluarga yang bersangkutan untuk penyelesaian,” ujar Riki, Selasa (29/4/2026).

Berbeda respons yang ditunjukkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepahiang, Dendi SE, MM. Saat dikonfirmasi awak media terkait kasus ini, Dendi memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan apapun.

Sikap diam ini dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan respons institusi terhadap isu yang sangat sensitif. Hal ini memunculkan tanda tanya besar terkait komitmen perlindungan terhadap generasi muda.

Sangat disayangkan, ajang pembentukan mental juara dan cinta tanah air justru ternodai oleh tindakan tercela. Lambannya penanganan kasus ini pun memicu pertanyaan publik: Ada apa dengan seleksi Paskibraka di Kepahiang?

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan kejelasan dan mendesak agar kasus ini diusut tuntas demi keadilan bagi korban.

Exit mobile version