Banjir Luapan Sungai Rendam 11 Rumah di Desa Air Pesi Kepahiang, Jembatan Penghubung Nyaris Putus

Reporter: candra | Editor: candra

Banjir Rendam 11 Rumah Di Desa Air Pesi Kepahiang

Banjir Luapan Sungai Rendam 11 Rumah di Desa Air Pesi Kepahiang, Jembatan Penghubung Nyaris Putus

Kepahiangnews.com-Kepahiang – Intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Seberang Musi memicu terjadinya banjir di Desa Air Pesi. Akibat luapan air tersebut, sebanyak 11 rumah warga terendam, tak hanya itu, lahan pertanian dan perkebunan pun ikut tergenang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepahiang, Hendra, ST, saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026) memaparkan, banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan sungai meluap.

“Banjir ini merendam pemukiman warga setinggi kurang lebih 20 centimeter. Yang terendam saat ini ada 11 rumah yang berada di wilayah Dusun 3 Desa Air Pesi,” ujar Hendra.

Meski demikian, kondisi ini dinilai belum terlalu parah. Menurut Hendra, tidak ada rumah warga yang mengalami kerusakan struktural akibat genangan air tersebut.

“Namun dari 11 rumah terendam banjir tersebut tidak mengalami kerusakan, rendaman air hanya sekitar 20 cm dan cepat surut,” jelasnya.

Meskipun bangunan rumah aman, bencana ini tetap meninggalkan dampak pada sarana umum. Diketahui, jembatan penghubung antara Dusun 3 ke Dusun 4 di desa yang sama kondisinya mengkhawatirkan dan nyaris putus.

Menariknya, Hendra menilai kondisi banjir kali ini tidak separah kejadian masa lalu. Hal ini dikarenakan adanya upaya normalisasi sungai yang pernah dilakukan pihaknya sebelumnya.

“Tidak parahnya bencana banjir saat ini menurut kami berkat upaya tanggap darurat yang dilakukan BPBD pada tahun 2022 lalu,” ungkapnya.

Dijelaskan Hendra, pasca bencana besar yang menghanyutkan 6 rumah pada 2022, BPBD melakukan pendalaman dan pelebaran sungai secara masif.

“Kita melakukan pengerukan sungai dengan kedalaman hampir 1,5 meter sehingga total dimensi dari bibir sungai mencapai 3 meter. Sehingga saat terjadi bencana susulan seperti sekarang, debit air bisa tertampung lebih baik dan tidak terlalu berdampak besar bagi warga,” pungkas Hendra.

Exit mobile version