Kepahiangnews.com-Kepahiang – Menghadapi momen Hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat, Pemerintah Kabupaten Kepahiang mengambil langkah proaktif untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting). Bupati H. Zurdi Nata, S.IP langsung memimpin Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar beberapa waktu lalu.
Acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, M.Si, Sekretaris Daerah Dr. Hartono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana, Kepala Bulog Rejang Lebong Musalim Yudha, serta para kepala OPD se-Kabupaten Kepahiang ini fokus pada satu tujuan utama: memastikan masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan tenang tanpa khawatir kekurangan atau kenaikan harga yang tidak masuk akal.
Dalam arahannya yang penuh perhatian terhadap kesejahteraan rakyat, Bupati Zurdi menekankan pentingnya menjaga keamanan stok bapokting. Ia juga mengingatkan agar harga beras SPHP dan Minyakita selalu sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
“Tak hanya di pusat kota, Gerakan Pangan Murah harus juga menjangkau pelosok kecamatan. Semua lapisan masyarakat berhak merasakan ketersediaan bapokting dengan harga yang terjangkau,” ujar Bupati dengan tegas.
Menanggapi hal itu, Musalim Yudha dari Bulog Rejang Lebong memberikan kabar baik. Menurutnya, stok beras dan Minyakita untuk wilayah Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong dalam kondisi sangat cukup – bahkan hingga setelah masa Lebaran.
“Kami sudah melakukan langkah antisipatif dengan berkoordinasi langsung dengan distributor agar harga tetap terkendali sesuai HET. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan atau kenaikan harga yang tidak wajar,” jelasnya.
Wahyu Yuwana dari Bank Indonesia Provinsi Bengkulu juga mengapresiasi langkah cepat yang diambil Pemerintah Kabupaten Kepahiang. Menurutnya, penyelenggaraan HLM TPID ini menjadi bukti komitmen daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat jelang hari raya.
Tak berhenti pada pembicaraan saja, Bupati bersama seluruh peserta rapat langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tradisional Kepahiang. Langkah ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi stok dan harga bapokting di lapangan, memastikan bahwa kebijakan yang disepakati benar-benar terealisasi dan dinikmati oleh masyarakat.
