Kepahiangnews.com-Kepahiang – Pasca peringatan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang menerima laporan peningkatan kasus penyakit diare dari berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik swasta, hingga RSUD Kabupaten Kepahiang. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Dr. H. Tajri Fauzan, S.Km., M.Si.
Menurut Tajri Fauzan, lonjakan kasus diare terjadi karena banyak warga tidak menjaga pola makan dengan baik pasca Lebaran. Selain diare, terdapat juga kasus batuk pilek, namun diare menjadi yang paling dominan. “Usai bulan puasa Ramadhan, nafsu makan masyarakat meningkat dan terkadang melahap berbagai makanan tanpa memperhatikan kebersihan serta jenisnya saat perayaan Idul Fitri,” jelasnya.
Cara Penanganan Diare ala Dr. H. Tajri Fauzan:
– Tetap Terhidrasi: Minum cukup cairan seperti air putih, larutan oralit, atau air kelapa untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare.
– Perhatikan Pola Makan: Konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, pisang matang, kentang rebus, dan hindari makanan pedas, berlemak, serta mentah-mentah.
– Jaga Kebersihan: Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan kamar mandi, serta pastikan makanan dan minuman bersih dan matang sempurna.
– Segera Cari Bantuan Medis: Jika diare berlangsung lebih dari 2 hari, disertai demam tinggi, darah dalam tinja, atau tanda-tanda dehidrasi berat (misalnya mulut kering, mata cekung), segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, klinik, atau RSUD.
Tajri mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga pola makan dan kebersihan guna mencegah penyebaran diare serta penyakit lain. “Jika ada keluhan kembali, jangan ragu untuk berkonsultasi ke tenaga kesehatan,” pungkasnya.
