Kepahiangnews.com-Kepahiang – Warga Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang, termasuk perangkat desa Sri Puryawati, kembali mengajukan pertanyaan terkait kelanjutan pembangunan jembatan penghubung antar desa yang menjadi akses utama keluar masuk wilayah tersebut. Sebagai destinasi wisata kebudayaan Bali di daerahnya, desa ini kerap dikunjungi pengunjung untuk melihat keindahan pura dan beragam keunikan yang ada.
Pertanyaan mengenai kelanjutan pembangunan tidak hanya datang dari perangkat desa, melainkan seluruh masyarakat lokal bahkan mereka yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.
Diketahui, pembangunan jembatan pernah dilakukan pada tahun 2021 dengan anggaran Rp 1,6 miliar rupiah dari APBD Provinsi Bengkulu, namun hanya sebatas pembangunan tanggul atau ambudemen saja. Hingga tahun 2026 saat ini, belum ada kemajuan apapun untuk kelanjutannya.
“Padahal jalan provinsi banyak yang sudah bagus diperbaiki, sedangkan di desa kami hanya meminta pembangunan jembatan saja sepertinya sulit dilakukan,” ujar perwakilan warga, mengungkapkan kekhawatirannya.
Menurut informasi yang diterima, tanggul yang dibangun beberapa tahun lalu kini sudah mengalami kerusakan, bahkan dirumbuhi rerumputan dan pepohonan, sehingga membuat pembangunan sebelumnya terkesan sia-sia atau mubazir.
Saat ini, lantai jembatan terbuat dari papan kayu yang merupakan sumbangan dari warga desa. Setiap setengah tahun sekali, bahan tersebut rusak dan harus diganti. Jika tidak ada sumbangan, masyarakat terpaksa harus membeli papan khusus dengan mengumpulkan dana secara sukarela.
Selain masalah keawetan dan biaya, kondisi jembatan juga telah menimbulkan dampak serius. Banyak kendaraan yang pernah terperosok dan hampir jatuh ke Sungai Musi. Bahkan pernah terjadi kasus pengendara yang terjatuh dari jembatan dan meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Masyarakat Desa Suro Bali berharap pihak terkait – yang memiliki wewenang di tingkat Provinsi atau Kabupaten – dapat memberikan kejelasan terkait kelanjutan pembangunan jembatan. Jika tidak dapat dibangun yang baru, mereka meminta agar jembatan lama dapat dibuat permanen.
