Dandim RL Pastikan TNI Kawal Program Cetak Sawah, Soroti Krisis Irigasi 572 Hektare Lahan di Tanjung Gelang

Reporter: candra | Editor: candra

Dandim RL Soroti Krisis Irigasi 572 Hektare Lahan Sawah Di Rejang Lebong

Dandim RL Pastikan TNI Kawal Program Cetak Sawah, Soroti Krisis Irigasi 572 Hektare Lahan di Tanjung Gelang

 

Kepahiangnews.com-Rejang Lebong – Komitmen kuat mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan jajaran TNI di Kabupaten Rejang Lebong. Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong memastikan siap mengawal penuh Program Cetak Sawah Rakyat di Provinsi Bengkulu, khususnya di wilayah Rejang Lebong, agar tidak berhenti hanya sebatas pembukaan lahan, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi petani.

Penegasan tersebut disampaikan langsung Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla saat menghadiri rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat Tahun 2025 sekaligus pembahasan percepatan penyelesaian persoalan irigasi di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/6/2026).

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni itu membahas progres program cetak sawah yang menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan sektor pertanian.

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu menunjukkan, pada tahun 2025 Provinsi Bengkulu memperoleh alokasi program cetak sawah seluas 2.200 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.542,57 hektare telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), sementara 861,9 hektare lainnya sudah memasuki tahap konstruksi.

Tak hanya itu, sebagian lahan yang telah selesai dicetak mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Tercatat sekitar 319,9 hektare telah dimanfaatkan petani hingga memasuki masa tanam bahkan panen, yang tersebar di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong.

Namun di balik progres tersebut, persoalan serius masih membayangi. Salah satu sorotan utama rapat ialah kondisi lahan cetak sawah di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong. Sebanyak 572 hektare lahan yang telah dicetak hingga kini belum mampu dimanfaatkan secara maksimal akibat minimnya pasokan air irigasi.

Kondisi itu menjadi perhatian serius Dandim 0409/Rejang Lebong. Ia menegaskan TNI tidak akan tinggal diam terhadap hambatan yang mengancam keberhasilan program strategis tersebut.

“TNI siap mendukung program cetak sawah ini secara maksimal. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai, instansi teknis terkait, hingga masyarakat untuk mempercepat penyelesaian persoalan irigasi sehingga lahan yang telah dicetak dapat segera dimanfaatkan untuk pertanian. Akan kita maksimalkan,” tegas Dandim.

Menurutnya, keberhasilan program cetak sawah bukan sekadar membuka lahan baru, tetapi memastikan lahan itu benar-benar produktif dan mampu menopang kehidupan petani. Karena itu, keberadaan sistem irigasi menjadi faktor utama yang tidak boleh diabaikan.

Dandim juga menekankan, penyelesaian masalah distribusi air membutuhkan kajian teknis yang matang dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli hidrologi, agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi geografis dan kontur wilayah.

Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan pemerintah daerah terus bergerak mencari solusi agar seluruh lahan cetak sawah segera dapat dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, program yang sudah berjalan baik tidak boleh tersendat hanya karena kendala pasokan air.

“Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pembangunan jaringan perpipaan hingga koordinasi dengan pemerintah pusat. Namun memang masih diperlukan kajian teknis lanjutan agar distribusi air dapat menjangkau kawasan sawah dengan kondisi kontur tertentu,” ujarnya.

Selain mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025, rapat juga membahas rencana program cetak sawah tahun 2026. Bengkulu disebut mendapat indikasi tambahan alokasi lahan baru seluas 5.000 hingga 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu usulan lokasi dari pemerintah kabupaten dan kota sebagai dasar penyusunan Survey Investigasi dan Desain (SID).

Melalui sinergi pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai, instansi teknis, dan TNI, diharapkan berbagai persoalan di lapangan dapat segera dituntaskan sehingga program cetak sawah tak hanya menjadi proyek pembangunan, tetapi benar-benar menghadirkan harapan baru bagi petani serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Rejang Lebong.

Exit mobile version