KepahiangNews.com-Kepahiang – Di balik terang lampu yang menyala di rumah-rumah, aktivitas industri yang terus bergerak hingga roda ekonomi masyarakat yang tak pernah berhenti, ada sebuah kekuatan besar yang bekerja dalam senyap di balik perbukitan Kabupaten Kepahiang.
Bukan dari kepulan asap, bukan pula dari bara api. Energi itu lahir dari aliran air.
Di Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, berdiri PLTA Musi, pembangkit listrik yang dikelola PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu. Pembangkit yang dikenal sebagai salah satu PLTA terbesar di Sumatera ini memiliki tiga unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing 70 Megawatt, sehingga total daya terpasang mencapai 210 Megawatt.
Sejak mulai beroperasi pada 2006 dan diresmikan Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono, PLTA Musi menjadi salah satu bagian penting dalam sistem kelistrikan, bukan hanya untuk Bengkulu, tetapi juga memasok energi listrik ke sistem Sumatera.
Namun, berbicara tentang PLTA Musi ternyata bukan sekadar berbicara mengenai angka 210 Megawatt.
Ada teknologi besar, lorong panjang yang menembus perut bumi, turbin raksasa yang terus bekerja, serta komitmen menjaga alam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangkit energi berbasis air tersebut.
Hal itu terungkap dalam kegiatan Casual Meeting Media, Insight Semester II 2026 yang digelar PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu, Senin (21/9/2026).
Manager PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu, Ariful Bahri, menjelaskan bahwa PLTA Musi memiliki sejumlah keunggulan, baik dari sisi kapasitas maupun teknologi pembangkit.
“Dari kapasitas termasuk paling besar di Sumatera, energi baru terbarukan, dan untuk terowongan juga menjadi yang terpanjang di Sumatera,” terang Ariful.
Penjelasan mengenai PLTA Musi kemudian tidak berhenti di ruang pertemuan.
Para jurnalis diajak melihat langsung bagaimana energi listrik tersebut diproduksi.
Satu per satu, rombongan memasuki kawasan pembangkit hingga akhirnya harus melewati terowongan sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer.
Lorong panjang itu menjadi jalan menuju jantung pembangkit.
Suasana berbeda langsung terasa ketika para jurnalis tiba di ruang mesin. Di tempat inilah turbin dan berbagai perangkat utama pembangkit bekerja menghasilkan energi listrik.
Di hadapan mesin-mesin raksasa tersebut, para jurnalis tidak hanya melihat sebuah teknologi, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana kekuatan air diubah menjadi energi listrik.
Berbagai pertanyaan pun bermunculan. Mulai dari bagaimana air menggerakkan turbin, bagaimana energi mekanik diubah menjadi energi listrik, hingga bagaimana sistem memastikan pembangkit tetap bekerja secara aman dan andal.
Dari ruang mesin, perjalanan kemudian berlanjut menuju pusat kendali atau ruang kontrol. Di ruangan tersebut, berbagai sistem pembangkit dipantau dan dikendalikan. Setiap proses menjadi bagian penting untuk memastikan energi yang dihasilkan dapat disalurkan secara optimal ke sistem kelistrikan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan dam atau pengatur air, tempat sumber energi PLTA Musi bermula.
Keberadaan PLTA Musi juga membawa cerita lain yang tak kalah penting. Sebagai pembangkit yang memanfaatkan energi air dan masuk dalam kategori Energi Baru dan Terbarukan (EBT), keberlangsungan pembangkit sangat berkaitan erat dengan kelestarian lingkungan.
Karena itu, PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu tidak hanya berbicara tentang berapa besar listrik yang mampu dihasilkan.
Ada tanggung jawab untuk menjaga alam yang menjadi bagian dari sumber energi tersebut.
Berbagai upaya kepedulian lingkungan dilakukan, mulai dari pengelolaan sampah, menjaga ekosistem di sekitar kawasan pembangkit hingga mendukung penghijauan di sekitar kawasan hutan lindung.
Penanaman pohon menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Tak berhenti di situ, perhatian juga diarahkan kepada masyarakat sekitar. Bibit tanaman produktif turut diberikan kepada masyarakat desa yang berada di sekitar wilayah terdampak, sehingga upaya menjaga lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Di satu sisi, air menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik. Di sisi lain, lingkungan dan masyarakat menjadi bagian yang harus terus dijaga.
Perjalanan para jurnalis ke dalam kawasan PLTA Musi akhirnya memberikan gambaran bahwa listrik yang hadir setiap hari bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja.
Ada air yang mengalir, ada teknologi yang bekerja, ada manusia yang mengendalikan sistem, serta ada alam yang harus terus dirawat.
Dari perut bumi Ujan Mas, energi itu kemudian mengalir jauh melewati batas Kabupaten Kepahiang, menjadi bagian dari sistem kelistrikan Sumatera.
PLTA Musi seakan mengajarkan satu hal sederhana. “Ketika alam dijaga dan teknologi dikelola dengan baik, air bukan hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga mampu menjadi energi yang menerangi kehidupan“.
Dan dari Kepahiang, aliran energi itu terus bergerak menyalakan harapan, menggerakkan aktivitas masyarakat dan menjaga denyut kehidupan tetap menyala.
